Dedikasikan Diri ke Masyarakat, SMAIT Ash Shohwah Terjunkan Pelajarnya ke Kampung
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TANJUNG REDEB : Program Sekolah Kerja Nyata
(SKN) dengan terjun langsung ke perkampungan adalah salah satu metode
pendidikan yang diterapkan Sekolah Menengah Atas Islan Terpadu (SMAIT) Ash Shohwah
Kabupaten Berau.
Tujuannya untuk memandirikan para pelajar di
sekolah tersebut. Dimana tantangannya menuntut seluruh siswa, harus memacu diri
agar bisa berinteraksi secara langsung dengan masyarakat luas.
Terlebih lagi aturan dalam program tersebut
seperti tidak diperbolehkan para peserta diantarkan orang tua ke lokasi SKN.
Bahkan demi mencapai tujuan bisa memandirikan penuh para peserta SKN, sekolahpun tidak mengijinkan pelajarnya membawa HP, tidak boleh
ditengok orang tua dan nominal uang saku selama SKN juga dibatasi.
Dalam program ini pelajar harus memaksimalkan
waktu dan pikirannya dalam memanagemen keuangan dan kemampuan mereka untuk menjalani
kehidupan dalam mendedikasikan diri ke masyarakat.
Menurut Kepala SMAIT Ash Shohwah Kabupaten
Berau, Ririn Astriani mengatakan, melalui SKN ini para pelajar kelas XI SMAIT
Ash Shohwah diminta mampu mendedikasikan diri ke masyarakat, guna menerapkan
ilmu yang telah mereka timba selama ini di sekolah.
Khususnya dalam menjaga ibadah wajib maupun
sunnah saat jauh dari orang tua (ortu). Termasuk memotivasi diri dalam menata
keuangan dan kemampuan ananda dalam menjalani kehidupan secara mandiri.
“Jadi program ini telah berlangsung sejak
tahun 2015 silam hingga sekarang. Dimana untuk tahun 2024 ini merupakan SKN
angkatan ke VIII, para pelajar akan kami terjunkan ke Kampung Buyung Buyung
Kecamatan Tabalar sejak tanggal 6 hingga 27 Januari 2024,” ungkap Ririn saat kegiatan
pelepasan peserta SKN SMAIT Ash Shohwah di Aula SDIT Ash Shohwah, Jalan Al
Bina, Kecamatan Tanjung Redeb, Jumat (5/1/2024).
Lanjutnya, kemandirian yang berupaya sekolah
tanamkan kepada para pelajar bisa terlihat melalui program SKN ini. Saat
berbaur dengan masyarakat dan jauh dari Ortu apakah mereka tetap mampu
mempertahankan ibadah mereka, bahkan diharapkan semakin meningkat. Sebab selama
di perkampungan tidak ada yang mengingatkan.
Ia menjelaskan lebih lanjut, saat di
perkampungan ‘ananda’ diberikan tanggung jawab, selain mampu menjaga adab dalam
berinteraksi, disana (kampung) ‘ananda’ juga mengimplementasikan kemampuan baik
dibidang keagamaan, pendidikan, ekonomi kreatif dan sosial lingkungan. Saling
suport antara satu dengan lainnya, namun ingat batasan antara sholeh dan
sholeha.
“Khusus sholeha saya ingatkan untuk menjaga
aurat, jangan sekedar berhijab tapi tidak sesuai kaidah agama kita. Mudah
mudahan ananda sukses dalam menjalankan peran masing masing yang telah dibagi
berkelompok. Endingnya nanti saat pagelaran, itu merupakan karya karya ananda
dalam menjadi guru sehingga mampu menampilkan anak didik mereka,” ujar Ririn
Astriani.
Kemudian paparan Kepala Dinas Pendidikan
Cabang Wilayah 6 diwakili Kasubag TU, Ahmadang mengatakan, program SKN ini
sangat luar biasa. Sebab sasaran diterjunkannya para pelajar ini ke
perkampungan.
Diharapkan para pelajar nantinya dapat
belajar berbagai kehidupan masyarakat luas dengan yang ada di kampung tersebut.
Tentu ini menuntut para pelajar harus mandiri, karena harus mampu beradapotasi
kedunia luar dari kesehariannya sebelumnya.
“Saat seperti inilah kecerdasan secara inter
dan intrapersonal perlu dimiliki para anak anak kita. Kalau hanya mengandalkan
kecerdasan intrapersonal maka ananda bakal kesulitan menyesuaikan diri. Dan
pesan saya agar anak anak kita bisa menjalani SKN dengan tenang makanya sebagai
orang tua khususnya para ibu jangan terlalu khawatir. Tujuannya agar ananda
benar benar bisa mandiri guna persiapan kalau mereka kuliah nantinya,” papar
Ahmadang sekaligus melepas peserta SKN Angkatan VIII SMAIT Ash Shohwah.
Sementara tanggapan salah satus siswa yang
menjadi Kordes SKN angkatan VIII SMAIT Ash Shohwah, M Bintang Novrianto
memaparkan, memang bukan hal mudah, namun melalui SKN, pelajaran telah diterima
selama kurang lebih dua tahun ini bisa diimplementasikan di lapangan.
Meskipun lokasi tempat akan mendedikasikan
diri di perkampungan yang tidak dikenali sama sekali. Tetapi dirinya bersama
teman-temannya seangkatan berupaya
menjalani program ini dengan penuh semangat, agar mampu membangun kepribadian
yang mandiri.
“Saya berusaha bersama teman teman semua akan
membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat kampung lokasi kami SKN. Tampa
adanya komunikasi akan sulit beradaptasi dengan masyarakat setempat. Dan juga
berupaya bisa beradaptasi dengan lingkungan dan tempat tinggal kami, yang pasti
perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Bantu doa dan suport Ustadz dan Ustadzah
juga ayah bunda kami, mudah mudahan kami bisa berkontribusi dengan amanah dalam
menjalankan program program menjadi sasaran dalam SKN di Kampung Buyung
Buyung,” tuturnya Bintang.
Harapannya setelah SKN ini, dirinya juga
teman sekolahnya mampu menjadi seseorang yang lebih mandiri, tangguh dan lebih
taat dalam ibadah. “Mari teman teman dedikasikan diri kita dalam membantu
masyarakat Kampung Buyung Buyung, agar pengalaman dan ilmu kita semakin
bertambah dan luas. Karena guru paling berharga dalam menjalani kehidupan itu
adalah pengalaman,” tuturnya.
Setelah pelepasan secara resmi peserta SKN
Angkatan VIII SMAIT Ash Shohwah, Jum’at (5/1/2024), tidak langsung
diberangkatkan. Tetapi baru diberangkatkan Sabtu (6/1/2024) menggunakan Bus.
Dimana peserta saat diantar ke lokasi SKN di dampingi para pengajar untuk
diserahkan ke Aparat Kampung Buyung Buyung. Semua tahapan dan proses dari
pelepasan hingga pengantaran berjalan lancar dan tertib. (Sep)