Capres Anies Baswedan Akan Berkunjung Ke Kedaton Kutai Kartanegara
Saparuddin Pabonglean (Foto: istimewa)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR : Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan akan berkunjung ke
Kedaton Kukar dalam rangka silaturahmi dan menyapa masyarakat, pada 11 Januari 2024.
Kapten Anies Baswedan-Muhaimin (Amin) Kukar Saparuddin Pabonglean
mengatakan, kunjungan tersebut bagian dari jadwal kampanye atau sosialisasi
nasional khususnya di Kaltim. Kunjungan pertama Capres Anis nantinya di
Samarinda dan dilanjutkan ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara.
"Beliau datang melalui Bandara APT Pronoto Samarinda,
langsung blusukan ke Pasar Segiri, dilanjutkan ke Samarinda Seberang dan
terakhir ke Kedaton," kata
Saparuddin Pabonglean pada Poskotakaltimnews,
Selasa (9/1/2024).
Nantinya di Kedaton Kutai Kartanegara, Anis Baswedan akan
memgikuti prosesi adat Kesultanan Kutai Kartanegara. Setelah itu menyapa
simpatisan Amin dan melakukan diskusi terkait
bagaimana pengembangan Kaltim ke depan, serta menyerap aspirasi aspirasi
pihak Kesultanan maupun masyarakat.
"Nanti diskusi dengan Sultan dan tokoh masyarakat terkait
dengan pengembangan Kaltim, bagaimana pun juga Kesultanan Kutai Kartanegara
kerajaan tertua," sebutnya.
Sementara dalam rangka Pemilu 2024, tim pemenangan Amin optimis
mencapai target bisa memenangkan 1 putaran dengan target 57 persen. Oleh karena
itu, tim pemenangan Amin terus berupaya mencapai target tersebut dengan
melibatkan semua masyarakat, hingga dukungan dari berbagai partai pengusung.
"Kita terus berusaha mencapai target tersebut, yang penting
usaha maksimal dengan berkomunikasi berkolaborasi dalam rangka memperjuangkan
perubahan di Negeri ini," ucapnya.
Menurutnya, sosok Amin merupakan calon pemimpin yang cerdas,
berintegritas, memiliki komitmen untuk melakukan perubahan, maupun perbaikan
dalam seluruh kehidupan melalui visi dan misinya yakni mewujudkan Indonesia
adil, makmur, untuk semua.
Apabila Amin terpilih sebagai pemimpin Indonesia, harapannya Kukar diberikan hak hak melalui pendistribusian APBN baik tiu bentuk DAK, DAU dan lainnya yang sesuai.
"Sehingga kita bisa membangun secara maksimal dalam segala
aspek, baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga memberikan rangsangan
agar masyarakat memiliki peluang berusaha," tutupnya. (riz)