Pemilu Tinggal Hitungan Hari, Ketua Bawaslu Pastikan Kukar Kondusif

img

Ketua Bawaslu Kukar Teguh Wibowo (foto:tantyposkotakaltimnews)

 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR : Menjelang pesta demokrasi pada 14 Februari nanti, merupakan momentum yang sangat ditunggu baik oleh para peserta yang dipilih maupun masyarakat yang memiliki hak pilih suara.

 

Dalam hal ini tentunya para kontestan Pemilu berlomba-lomba untuk mencari dukungan suara agar dapat menduduki kursi untuk mewakili rakyat. Sehingga berbagai macam upaya akan dilakukan untuk mencari simpatisan.

 

Di dalam PKPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilihan Umum, dalam pasal 2 menjelaskan prinsip-prinsip dalam penyelenggaraan kampanye Pemilu, sehingga dalam hal ini tentunya para kontestan harus memperhatikan prinsip yang telah diatur didalam peraturan tersebut.

 

Ketua Bawaslu Kukar, Teguh Wibowo saat diwawancarai Poskotakaltimnews, Senin (22/1/2024) mengatakan hingga kini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kukar belum ada menerima laporan terkait pelanggaran kampanye.

 

Dijelaskanya bahwa sejauh ini belum ada sama sekali laporan dari masyarakat mengenai pelanggaran kampanye terkecuali APK yang dibeberapa titik terlihat melanggar seperti dipasang dipohon, bahkan dekat dengan sekolah.

 

“Pelanggaran nomor satu dimasa pemilu biasa dikenal money politic, yang dimana praktik politik uang yang sangat rawan terjadi dimasa pemilu ini, tapi sampai saat ini kami tidak menerima laporan terkait pelanggaran tersebut,” ujar Teguh saat diwawancarai disela-sela acara pelantikan PTPS kecamatan Kukar

 

Teguh mengatakan untuk saat hanya ada laporan yang menyamai serangan fajar, namun telah dipastikan tidak melanggar. Yakni aksi nyawer seorang Caleg di pesisir Kukar. Namun setelah diperiksa, aksi ini tidak terindikasi melanggar. Dikarenakan dilakukan di luar kegiatan kampanye Caleg tersebut. Lebih sebagai bagi-bagi uang kepada satu per satu warga.

 

Ia memastikan selama masa kampanye Pemilu ini, untuk kabupaten Kukar terhitung kondusif. Meskipun ada beberapa laporan pelanggaran yang diterima dan ditangani. Namun, secara angka pelanggaran tersebur masih tidak terlalu signifikan.

 

“ Kami lebih menekankan kepada pencegahan terlebih dahulu, sehingga sebelum adanya pelanggaran kita sudah melakukan pencegahan. Karena Bawaslu lebih fokus dalam melakukan pencegahan sebelum menangani pelanggaran,” tutup Teguh.

Dirinya juga meminta kepada para petugas  Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) untuk patroli di hari tenang nanti. Agar tidak ditemukan pelanggaran. (*tan)