Tiap Hari Listrik di Balikpapan Padam, PLN Kehabisana Daya ?
BALIKPAPAN, Di Balikpapan tiada hari tanpa listrik padam. Kendati jam matinya sering terjadi pada pagi sampai siang. Tidak jarang juga pemadaman terjadi malam hari. Pelanggan benar-benar merasa dikecewakan karena PLN tidak mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Seperti yang terjadi Selasa 21-2-2017, listrik padam sejak pukul 09.10 Wita dan baru nyala pukul 17.10 Wita. Selama itu tidak ada pemberitahuan kepada pelanggan kalau akan ada gangguan atau akan ada pemadaman.
Sari Ayu, wanita pengusaha kue di Jalan Ismupayau, Balikpapan Utara mengatakan sangat kecewa karena listrik PLN tiap hari ada saja pemadaman, awalnya kami masih bisa terima namun belakangan kami merasa kalau usaha kami akan mengalami kesulitan sebab harus melayani pelanggan dan pemesanan akhirnya lepas dari janji.
‘’Kami berharap agar PLN lebih professional lagi melayani pelanggan dan masyarakat, kami hidup dari listrik PLN sebab usaha kami membuat bermacam-macam kue untuk didistribusikan ke beberapa pelanggan termasuk di Mal, namun belakangan mulai ada yang minta stop karena tidak tepat waktu,’’ ujar Sari Ayu, dengan penuh kecewa.
Tiap hari pemadaman berkisar 3 sampai 8 jam seperti yang terjadi Selasa kemarin padam mulai pukul 09.10 sampai pukul 17.10 Wita, harapan kami agar kedepan PLN lebih professional lagi dalam melayani masyarakat, tidak hanya kami, anak kami akhirnya mengeluhkan karena persiapan try out disekolah tidak bisa dilanjutkan karena listrik padam.
Selama ini, PLN dengan gagah dan tegas menginformasikan kalau ada sejumlah pembangkit yang siap dan ada yang sudah mulai beroperasi teramasuk pembangkit yang ada di Teluk Balikpapan 2 x 100 MW, juga pembangkit yang ada di Samboja, termasuk beberapa pembangkit lain di Bontang dan sistim Mahakam.
Sebelumnya, manajemen PLN secara nasional sudah menyatakan kalau PLN akan serius untuk membangun sejumlah pembangkit termasuk yang ada di Kalimantan Timur, tidak hanya itu, laporan akhir tahun menyatakan kalau PLN berhasil mencatat keuntungan yang cukup besar, ini artinya keuntungan perusahan bisa dilarikan ke pembangkit yang belum aktif namun kenyataan hal tidak ada.
Keluhan pelanggan cukup luar biasa karena kecewa sehingga cuma bisa menyampaikan kepada media agar bisa diekspose, media berharap apa yang dilaporkan pelanggan benar adanya sehingga tidak menimbulkan berita hoax atau berita angin belaka.
‘’Seharusnya dengan bertambahnya sejumlah pembangkit disistim Mahakam-Bontang pelanggan tidak dikecewakan dengan sering listrik padam namun kenyataan justru semakin sering listrik padam, kami berharap PLN jujur dan terbuka soal daya listrik yang ada di sistim Mahakam-Bontang,’’ ujar Herman Darius, warga Karang Rejo, Balikpapan Tengah saat berbincang dengan media ini di kantor DPRD Jln. Sudirman Balikpapan kemarin pagi.
Ketika dihungi, PLN Klandasan melalui 123, tidak mendapat jawaban yang pasti hanya mengatakan kalau memang ada gangguan, gangguan dimana dan apa penyebabnya tidak diuraikan, harusnya PLN lebih luwes lagi dan perlu terbuka sehingga masyarakat khususnya pelanggan paham apa yang sedang dialami PLN. Max-poskotakaltimnews.com
Seperti yang terjadi Selasa 21-2-2017, listrik padam sejak pukul 09.10 Wita dan baru nyala pukul 17.10 Wita. Selama itu tidak ada pemberitahuan kepada pelanggan kalau akan ada gangguan atau akan ada pemadaman.
Sari Ayu, wanita pengusaha kue di Jalan Ismupayau, Balikpapan Utara mengatakan sangat kecewa karena listrik PLN tiap hari ada saja pemadaman, awalnya kami masih bisa terima namun belakangan kami merasa kalau usaha kami akan mengalami kesulitan sebab harus melayani pelanggan dan pemesanan akhirnya lepas dari janji.
‘’Kami berharap agar PLN lebih professional lagi melayani pelanggan dan masyarakat, kami hidup dari listrik PLN sebab usaha kami membuat bermacam-macam kue untuk didistribusikan ke beberapa pelanggan termasuk di Mal, namun belakangan mulai ada yang minta stop karena tidak tepat waktu,’’ ujar Sari Ayu, dengan penuh kecewa.
Tiap hari pemadaman berkisar 3 sampai 8 jam seperti yang terjadi Selasa kemarin padam mulai pukul 09.10 sampai pukul 17.10 Wita, harapan kami agar kedepan PLN lebih professional lagi dalam melayani masyarakat, tidak hanya kami, anak kami akhirnya mengeluhkan karena persiapan try out disekolah tidak bisa dilanjutkan karena listrik padam.
Selama ini, PLN dengan gagah dan tegas menginformasikan kalau ada sejumlah pembangkit yang siap dan ada yang sudah mulai beroperasi teramasuk pembangkit yang ada di Teluk Balikpapan 2 x 100 MW, juga pembangkit yang ada di Samboja, termasuk beberapa pembangkit lain di Bontang dan sistim Mahakam.
Sebelumnya, manajemen PLN secara nasional sudah menyatakan kalau PLN akan serius untuk membangun sejumlah pembangkit termasuk yang ada di Kalimantan Timur, tidak hanya itu, laporan akhir tahun menyatakan kalau PLN berhasil mencatat keuntungan yang cukup besar, ini artinya keuntungan perusahan bisa dilarikan ke pembangkit yang belum aktif namun kenyataan hal tidak ada.
Keluhan pelanggan cukup luar biasa karena kecewa sehingga cuma bisa menyampaikan kepada media agar bisa diekspose, media berharap apa yang dilaporkan pelanggan benar adanya sehingga tidak menimbulkan berita hoax atau berita angin belaka.
‘’Seharusnya dengan bertambahnya sejumlah pembangkit disistim Mahakam-Bontang pelanggan tidak dikecewakan dengan sering listrik padam namun kenyataan justru semakin sering listrik padam, kami berharap PLN jujur dan terbuka soal daya listrik yang ada di sistim Mahakam-Bontang,’’ ujar Herman Darius, warga Karang Rejo, Balikpapan Tengah saat berbincang dengan media ini di kantor DPRD Jln. Sudirman Balikpapan kemarin pagi.
Ketika dihungi, PLN Klandasan melalui 123, tidak mendapat jawaban yang pasti hanya mengatakan kalau memang ada gangguan, gangguan dimana dan apa penyebabnya tidak diuraikan, harusnya PLN lebih luwes lagi dan perlu terbuka sehingga masyarakat khususnya pelanggan paham apa yang sedang dialami PLN. Max-poskotakaltimnews.com