Pasar Lapangan Pemuda Minim Pengunjung, Pemkab Kukar Harus Lakukan Sosialisasi

img

Suasana kios pasar baru di Lapangan Pemuda, Senin (25/3/3024) yang terlihat masih sepi pengunjung. (foto : ist)


POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Hampir 1 bulan sejumlah pedagang pasar Tangga Arung pindah dan menempati petak kios di Lapangan Pemuda, namun sayangnya pasar tersebut masih terlihat minim pengunjung. Terlebih ini hampir memasuki pertengahan bulan Ramadan.

 

Salah satu pedagang pakaian yang telah menempati lokasi petak pasar di Lapangan Pemuda mengatakan, minimnya tingkat kunjungan tersebut  dipengaruhi kurangnya sosialisasi dari Pemkab Kukar. Sebelum dilakukan relokasi ke lapangan Pemuda, Pemkab Kukar akan pasang plang terkait pemindahan tersebut.

 

"Namun hingga saat ini belum ada papan plang terkait pemindahan pasar, dengan dipasangkan plang masyarakat atau pengunjung tahu bahwa pasarnya pindah di Lapangan Pemuda," kata Muna saat dijumpai Poskotakaltimnews di kiosnya, Senin (25/3/2024).

 

Ia mengaku, bahwa beberapa pengunjung yang datang ke Lapangan Pemuda sempat kaget, karena mereka tak mengetahui kalau kios di Pasar Tangga Arung sudah pindah. Artinya sosialisasi terkait pemindahan pasar masih minim.

 

"Kami berharap pemerintah aktif terus mensosialisasikan pasar lapangan pemuda, sehingga masyarakat atau pengunjung bisa tahu bahwa pasarnya sudah pindah," harapnya.

 

Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, yang telah memfasilitasi para pedagang. Hal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pedagang.

 

"Di pasar yang baru ini fasilitasnya nyaman, bersih, air, listrik maupun penampungan sampah," ujarnya.

 

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fathullah mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan sosialiasi terhadap pasar yang baru di lapangan pemuda. Sosialisasi tersebut melalui sosial media baik instagram, facebook  media online dan lainnya.

"Kami berharap, para pedagang bisa sabar dan nantinya pasar tersebut bakal ramai pengunjung," ungkap Sayid Fathullah. (riz)