Pemkab Kukar Komitmen Turunkan Angka Stunting
(Sekertaris Daerah Kukar, Sunggono berasama jajaran OPD Kukar /pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUKAR- Pemerintah Kabupaten
Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar agenda rutin Rembuk Stunting Tahun 2024, acara
ini berlangsung diruang rapat Bappeda Kukar, Rabu (27/1/2024).
Bupati Kukar Edi Damansyah, yang diwakili oleh Sekertaris
Daerah Kukar Sunggono menyampaikan bahwa upaya penurunan serta pencegahan
stunting ini, merujuk kepada Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang
Percepatan Penurunan Stunting. Yang mana program ini sedang dan akan terus
dilakukan oleh Pemkab Kukar.
“Tentu hal ini tidak mudah dilakukan. Sebab banyak faktor
yang mempengaruhi terjadinya kasus stunting, dan selama hampir 6 tahun ini kita
rasakan pelaksanaan konvergensi penurunan stunting di Kukar.”ungkapnya.
Berdasarkan data SKI tahun 2023 prevalensi stunting
nasional turun sebesar 0,1 % dari tahun 2022 yaitu menjadi 21,5%. Untuk
provinsi Kaltim penurunan stunting dari tahun 2022 sebesar 1% menjadi 22,9%.
Dan untuk Kutai Kartanegara tahun 2022 sebesar 27,1%.
Sunggono mengungkapkan bahwa menurunkan angka prevalensi
stunting masih cukup berat, hal ini dikarenakan perlunya banyak lintas sektor
yang harus terlibat secara terintegrasi, serta pentingnya peran keluarga dalam
upaya ini.
“ Melalui Rembuk Stunting ini merupakan salah satu
langkah penting dan bermanfaat yang bisa kita lakukan dalam intervensi
pencegahan dan penurunan stunting,” ujarnya
Dirinya juga mengatakan pada Rembuk Stunting hari ini,
ada hal yang menarik pada tahun ini. Yaitu dimana semua langkah konfergensi
stunting tahun ini berdasarkan rekomendasi dari BPK. Serta atas hal-hal yang
sudah dilakukan Pemkab Kukar termasuk evaluasi dari kegiatan yang di lakukan
selama ini.
Sunggono juga menjelaskan berdasarkan data BBGM dari
masyarakat ke Kementerian kesehatan, dan disampaikan kepada Pemkab Kukar bahwa
prevelensi stunting ada di Kukar sudah ada penurunan yang signifikan di banding
tahun sebelumnya.
“ Dari angka itu ada penurunan jadi 16,39 sebelumnya 17,6 dan kita menyakini insyaallah
tahun ini bisa dibawah 16 persen. Meskipun kami bersyukur bahwa dari angka prevelensi stunting di Kukar
sudah ada penurunan yang signifikan di banding tahun lalu,” pungkasnya
Ia menambahkan Pemkab Kukar berkomitmen menurunkan angka
stunting di Kukar. Selain program pemerintah pusat, program pemerintah juga
linier dengan program penurunan stunting. Dimana semua pelayanan dasar bisa
terselesaikan termasuk masalah stunting.
“Artinya penurunan stunting menjadi program daerah yang sudah
kita tetapkan di RPJMD.” tutup sunggono .(adv/*tan)