Pelaku UMKM Raup Untung Selama Berlangsungnya Event KFBN 2024

img

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pelaku usaha kecil yang ada di Tenggarong merasa sangat gembira karena telah dilibatkan untuk mengisi stand UMKM secara gratis yang disediakan Pemkab Kukar pada event Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN), yang berlangsung di parkir Stadion Rondong Demang, beberapa hari lalu.

 

Hal ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung para pelaku usaha kecil lokal agar bisa berkembang dan meningkatkan keuntungan secara ekonomi. Adapun stand itu diisi oleh pelaku UMKM jenis kuliner, jajan tradisional, kerajinan tangan dan lainnya.

 

Salah satu pedagang yang berjualan Pentol Bakar Mahjong asal Tenggarong, Endi menyebutkan, berjualan ditengah keramaian seperti ini tentunya dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Dalam satu malam saja Ia bisa meraup keuntungan 1 sampai 1,5 juta rupiah.

 

"Ini merupakan kesempatan bagi pelaku usaha, untuk mencari tambahan pundi pundi rupiah," kata Endi pada poskotakaltimnews, Sabtu (20/7/2024).

 

Pihaknya mengaku, sering dilibatkan oleh pemerintah daerah untuk berjualan pada saat pelaksanaan event. Endi menilai peran pemerintah daerah dalam mendukung pelaku UMKM ini sangat luar biasa.

 

"Pemerintah daerah paham upaya meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya pelaku UMKM itu seperti apa," ucapnya.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, yang telah melibatkan pelaku UMKM dalam pelaksanaan event. Keseriusan ini pastinya disambut baik oleh pelaku UMKM yang ada di Kukar.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Pelaku UMKM asal Tenggarong Seberang, Shisy Lia. Ia mengatakan, dalam semalam bisa mendapatkan 500 ribu hingga 1 juta rupiah. Hal ini jauh berbeda ketika berjualan di lapak sendiri, pada hari hari biasa.

 

"Kalau di lapak sendiri sehari maksimal hanya 500 ribu rupiah. Tentu dengan adanya event seperti ini terjadi peningkatan penghasilan," ujar Shisy Lia

 

Adapun produk UMKM yang dijual diantaranya, jajan tradisional seperti Kue Cincin, Elat Sapi, Keminting, Amplang, Rangai, Kue Keroncong dan lainnya. Sementara jajan tradisional itu dibandrol mulai dari harga Rp 1.000 - 15 ribu rupiah.

 

"Selama ini peminat jajan tradisional juga masih sangat banyak. Saya menjual jajan tradisional juga ingin mempromosikan produk itu secara luas," ungkapnya.

Dirinya berharap, setiap ada pelaksanaan event pemerintah daerah pelaku UMKM bisa terus dilibatkan. Karena hal ini sangat membantu untuk menstabilkan perekonomian keluarga. (adv/riz)