Tiga Kecamatan di Kukar Ditetapkan Sebagai Pilot Project Penanganan Stunting

img

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara konsen terhadap penanganan stunting. Upaya untuk menekan angka stunting terus dilakukan. Bahkan Pemkab Kukar kini telah menetapkan tiga kecamatan sebagai pilot project penanganan stunting.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Arianto, mengatakan bahwa penanganan stunting saat ini menjadi prioritas nasional yang harus segera diselesaikan. Penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem sudah menjadi instruksi Bupati kepada seluruh kepala daerah.

"Angka kemiskinan ekstrem kita sudah nol, dan angka stunting telah turun drastis hampir 10%. Bupati menginginkan agar pada akhir 2024 angka stunting bisa mencapai nol," katanya.

Untuk itu, seluruh OPD yang terkait dengan percepatan penanganan stunting didorong untuk bekerja secara optimal. DPMD, misalnya, turut mendampingi dan membina lembaga-lembaga masyarakat seperti posyandu dalam penanganan bidang kesehatan.

"Kami melibatkan RT untuk peduli, memahami, dan ikut menangani stunting dengan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan stunting," tambah Arianto.

Tiga kecamatan yang ditetapkan sebagai pilot project adalah Kecamatan Marang Kayu, Loa Janan, dan Loa Kulu. Fokus utamanya adalah pemberian makanan tambahan dan intervensi terhadap balita yang mengalami penurunan berat badan atau memiliki potensi stunting.

"Data validasi tentang balita yang berat badannya tidak naik atau menurun, serta yang kurang gizi, akan terus didiskusikan. Intervensi akan dilakukan hingga dua bulan ke depan, dengan pemberian makanan tambahan selama 58 hari, satu bulan, atau dua minggu," jelasnya.

Kegiatan di tiga kecamatan ini akan menjadi role model bagi kecamatan lainnya. "Ini adalah salah satu upaya kami untuk mencapai target nol stunting di Kukar pada 2024," tutup Arianto.(adv)