Kemacetan di Jembatan Kartanegara Hambat Aktivitas Masyarakat

img

Kondisi macet di Jembatan Kutai Kartanegara yang padat/pic:tanty

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Adanya dua agenda kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (21/9/2024) pagi, yang sama-sama menarik massa. Di Tenggarong Acara Pembukaan Erau Adat Kutai yang dilaksanakan oleh Pemkab Kukar dan Tenggarong Seberang acara Deklarasi salah satu Bapaslon berupa kegiatan Jalan Santai dan Senam di Halaman Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang pukul 06.00 WITA. 


Karena padatnya aktivitas masyarakat yang sama-sama ingin mengunjungi acara tersebut, baik dari arah Tenggarong ke Tenggarong Seberang dan arah sebaliknya, sehingga tdak bisa di hidari kemacetan parah pun terjadi di sepanjang Jembatan Kutai Kartanegara.

 

Dari pantauan Poskotakaltimnews di lokasi, tampak jalanan di Jembatan Kutai Kartanegara mengalami kepadatan lalu lintas baik dari arah Tenggarong Seberang ke Tenggarong Kota demikian dari arah sebaliknya. Bahkan kendaraan dari dua arah sempat tidak bisa bergerak.

 

Tidak hanya dipadati kendaraan yang akan melintasi Jembatan yang ingin menghadiri acara Erau atau acara Jalan Santai, namun masyarakat yang akan melakukan aktivitas seperti bekerja, sekolah, kuliah bahkan Rumah Sakit. Baik di Tenggarong maupun di Tenggarong Seberang akhirnya terjebak macet.

 

Kemacetan panjang ini membuat ribuan kendaraan terhenti ditengah-tengah jembatan, dan di jalan poros hingga badan Jembatan.

 

Salah satu pengendara bernama Najwa, mengeluhkan kondisi lalu lintas yang macet parah. Najwa yang hendak berangkat bekerja ke Kota Samarinda. Ia harus mengantri panjang berjam-jam karena tidak bisa bergerak sama sekali dari Jembatan.

 

"Saya tidak bisa bergerak sama sekali, padahal sudah dari jam 07.00 WITA saya berangkat. Sudah pasti saya terlambat masuk kerja” keluh Najwa kepada media, Sabtu (21/9/2024).

 

Najwa mengaku merasakan rasa khawatir dan takut, sebab berada ditengah-tengah Jembatan. Rasa trauma oleh peristiwa runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara pada 2012 silam.

 

“Jujur saya takut. Tadi sempat ada Polisi yang mengatur lalu lintas kalau jembatan goyang, dan ini mau putar arah padat sekali. Saya juga dengar ada suara sirene ambulans sebelum masuk Jembatan yang mau lewat tapi tidak dapat,” jelasnya.

 

Terpantau juga beberapa pengendara lain pun ikut mengeluhkan kondisi macet tersebut. Banyak pihak menyayangkan penanganan lalu lintas yang dilaksanakan.

 

"Seharusnya setengah jam saja saya sudah berada di Samarinda. Tapi karena macet ini saya harus putar balik berangkat melalui Loa Janan karena sudah telat satu jam. Mau lewat penyebrangan saya dikabari teman saya penyeberangan juga penuh. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi," terang Najwa.

 

Sementara itu, pengendara lain bernama Hadi yang merupakan karyawan salah satu perusahaan di Samarinda juga turut menyayangkan kondisi kemacetan tersebut.

 

Dirinya yang hendak berangkat ke kerja harus mengalami keterlambatan. Ia mengaku sudah mengecek jalur sungai namun juga mengalami kepadatan. Diketahui  penyeberangan tersebut di Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang melalui kapal feri di Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong.

 

"Seharusnya panitia pelaksana acara lebih memerhatikan pengaturan lalu lintas, jelas ini menghambat. Saya juga sudah sangat terlambat,” ketus Hadi.

 

Macet panjang sepanjang Jembatan Kartanegara selama berjam-jam ini mengakibatkan pergerakan lalu lintas baik dari arah Tenggarong ke Tenggarong Seberang dan sebaliknya terhenti total.

Pihak Kepolisian terpantau berhasil sedikit melancarkan lalu lintas di badan Jembatan.  Sehingga pada pukul 09.00 arus badan Jembatan sudah mulai lancar. Namun di beberapa titik masih mengalami kemacetan. (Tan)