Kukar Berencana Produksi Minyak Makan Merah
(Plt
Kepala Disperindag Kukar Sayid Fhatullah/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR
: Sebagai langkah yang diharapkan mampu menyediakan alternatif minyak goreng
yang lebih murah dan bergizi bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner, Dinas Perindustrian dan
Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini tengah
berencana merintis langkah besar untuk memproduksi minyak makan merah.
Minyak makan yang selama ini tersedia di
pasaran Kukar kebanyakan merupakan produk dari daerah Jawa seperti Surabaya.
"Selama ini, orientasi kita lebih kepada
minyak premium yang sudah diolah dengan baik dan diekspor kembali ke daerah
kita," ujar kata Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah kepada
Poskotakaltimnews Rabu (16/10/2024) diruang rapat Disperindag Kukar .
Ia juga mengatakan bahwa bahan baku berupa
Crude Palm Oil (CPO) yang dihasilkan di Kukar selama ini dikirim ke luar daerah
untuk dimurnikan dan dikemas menjadi minyak premium dan menjadi beberapa merk
terkenal.
Atas hal tersebut juga, Disperindag Kukar
melihat potensi besar dari minyak makan merah, yang belum diolah secara penuh
namun tetap layak dikonsumsi. Dan melihat minyak jenis ini sudah diterapkan di
beberapa daerah, seperti di Deli Serdang, dan diresmikan langsung oleh Presiden
Joko Widodo, mendorong Kukar agar dapat memproduksi sendiri minyak tersebut.
“Harganya yang lebih murah dan kandungan gizi
yang tinggi, seperti vitamin A dan K, membuatnya menjadi pilihan yang menarik,
terutama dalam upaya pencegahan stunting di kalangan masyarakat.” Kata Sayid
"Kukar juga sedang merintis bagaimana
masyarakat, khususnya sektor UMKM yang berjumlah kurang lebih 80 ribu, dengan
sekitar 20 ribunya bergerak di sektor kuliner, bisa mendapatkan akses minyak
goreng murah dan bergizi," tambahnya
Lebih lanjut, Sayid menyebutkan Kukar sedang
dalam tahap pematangan lahan untuk pengembangan pabrik minyak makan merah.
Perencanaan Detail Engineering Design (DED) juga sedang berjalan untuk
mempersiapkan pembangunan pabrik tersebut.
Sayid berharap, dengan adanya pabrik minyak
makan merah nantinya, masyarakat Kukar dapat memperoleh alternatif minyak
goreng yang lebih ekonomis sekaligus mendukung kesehatan masyarakat.
"Ke depan, mudah-mudahan kita bisa
membangun pabrik minyak makan merah, sehingga masyarakat dapat menikmati minyak
goreng yang lebih murah dan membantu meningkatkan gizi mereka," tutupnya
(adv/tan)