Kelangkaan Gas Elpiji 3kg di Berau Diakui Imbas Keterlambatan Pengiriman

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kelangkaan gas Elpiji 3kg di Bumi Batiwakkal ditindaklanjuti Tim Pemkab Berau terdiri dari Satpol PP, Diskoperindag, Dinas Perhubungan, Kecamatan Gunung juga didampingi Babinsa dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Berau Dedi  dengan melakukan sidak lapangan, pada Rabu (23/10/2024) .

 

Kegiatan sidak diawali dari Kantor Kecamatan Gunung Tabur tersebut langsung meninjau salah satu agen penyuplai tabung Elpiji 3kg  di PT Semoga Anugerah Jaya (SAJ) berlokasi di Jalan HARM Ayoeb Gunung Tabur. Kemudian lanjut ke Pertamina Jobber Berau yang terletak di Jalan poros Tanjung Batu Samburakat Kecamatan Gunung Tabur.

 

Dari diskusi bersama terungkap bahwasanya kelangkaan itu terjadi karena terlambatnya pengiriman lantaran salah satu armada pengangkut jatah gas Elpiji 3kg Berau mengalami kerusakan. Supervisor Jobber Pertimana Berau, Andrianus Toban menjelaskan ada dua armada kapal  yang menyuplai kebutuhan Berau.  Pertama armada Gas Gemilang  dan yang ke dua  Kapal mitra kerja dari Jobber Berau  itu yang mengalami kerusakan, jadi  hanya ada satu armada Gemilang beroperasi. Sementara armada ini tidak hanya melakukan membongkar gas di Berau, tapi juga di beberapa tempat lain, seperti di Kukar.

 

“Inilah kondisi yang terjadi , bila dua armada ini  bisa menyuplai kesini tentu tidak ada masalah. Tapi karena hanya saja ada kerusakan ini berpengaruh dengan ketahanan stok  elpiji kita,” terangnya.

 

Kendala lain juga dihadapi dibutuhkannya pandu kapal, dan  juga sudah berkoordinasi pada KUPP karena elpiji ini kebutuhan masyarakat agar kapal bisa bergerak kendati tidak di jam operasi bekerja KUPP yakni di jam 5 sampai jam 7.

 

“Bersyukur sudah didapatkan titik terang untuk ke depan lebih baik lagi. Terkait armada yang rusak dipastikan bulan depan sudah bisa beroperasi lagi, sehingga dipastikan penyaluran distribusi gas ke Berau bisa lancar kembali,” tukasnya lagi.

 

Sementara itu Aswan Pengawas Lapangan  menyampaikan penyaluran terakhir di hari Sabtu dalam setengah hari sebanyak 30 ton, stok juga langsung habis di hari Sabtu lalu. Sesuai planning di hari Minggu sudah masuk, ternyata Selasa kemarin baru masuk di jam 9 dan itu pun  bisa operasional di jam 1 siang.  

“Kemarin kami upayakan untuk bisa menyerap mengatasi beberapa keluhan atau kondisi di lapangan karena memang sudah panas di lapangan .Kami sampai malam jam 9 malam kami operasional untuk bisa mengupayakan agen ini tersalurkan mudah-mudahan yang disalurkan kemarin ini sudah bisa meredam sedikit Hari ini kita upayakan diangka 43 Ton dari pagi sampai sore,” jelasnya. (sep/FN)