590 LPG 3 Kg di Distribusikan Pemkab Kukar, Harga Rp19 Ribu

img

(Kegiatan operasi gas LPG 3 kg di Halaman Kreatif Park Tenggarong/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR : Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah menggelar operasi gas LPG 3 kg, di Halaman Kreatif Park, Tenggarong. Pada Rabu (19/02/2025).

Pelaksanaan operasi gas LPG 3 kg ini sebagai upaya menindaklanjuti kelangkaan dan tingginya harga jual tabung gas tersebut, yang akhir-akhir ini menjadi keluhan ditengah masyarakat tidak Kukar namun di beberapa wilayah di Indonesia.

Selain itu operasi gas ini digelar atas kerjasama pihak Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar sebagai tindaklanjut menanggapi kelangkaan dan tingginya harga, yang berdampak tidak hanya rumah tangga, namun juga kepada para pedagang kecil khususnya makanan, maupun pelaku UMKM.

Hal tersebut diungkapkan Staf Sarana dan Pelaku Distribusi Disperindag Kukar Catur Supraptono. Ia mengungkapkan pihaknya pada operasi gas hari ini, Disperindag Kukar bersama Pertamina mendistribusikan kurang lebih 590 tabung ke masyarakat.

“Hari ini kita bekerjasama dengan pihak Pertamina mendistribusikan langsung tabung gas melon ini kepada masyarakat Kukar. Dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) Kukar yakni Rp19 ribu per tabung gas," ujar Catur saat diwawancarai awak media disela-sela operasi gas LPG 3 Kg.

Pada operasi tabung gas melon ini, Catur menegaskan ASN tidak boleh mengikuti operasi murah gas LPG 3 kg ini, namun untuk pensiunan diperbolehkan ikut mengantri.

“Jadi di operasi gas subsidi ini, masyarakat diperkenankan memenuhi persyaratan berupa fotokopi KTP. Di mana satu rumah tangga hanya mendapatkan satu tabung gas saja.” Katanya

Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan mekanisme penyaluran gas ini nantinya akan dialokasikan ke seluruh kecamatan di Kukar.

“Untuk hari ini kita baru salurkan di tiga kecamatan yakni Tenggarong, Tabang dan Muara Wis. Dan selebihnya akan bertahap.” Terangnya

Saat di singgung terkait jumlah keseluruhan yang akan di distribusikan ke seluruh kecamatan yang ada di Kukar, Catur mengaku pihaknya belum dapat memprediksi total target pendistribusian tabung gas keseluruhannya.

"Dalam operasi gas melon ini sendiri, ada keterlibatan tiga distributor dalam operasi murah ini. Tapi karena adanya efisiensi anggaran, kita masih menyesuaikan terkait pendistribusiannya.


(Suasana Warga saat mengantri tabung gas LPG 3 Kg/pic:tanty)

WARGA RELA ANTRI

Sudah dua bulan terakhir masyarakat merasa kesulitan untuk melakukan aktifitas memasak, hal ini di karenakan sulitnya tabung gas LPG 3 Kg, atau yang dikenal dengan tabung gas subsidi (melon) mengalami kelangkaan bahkan mencapai harga yang tidak wajar.

Salah satu warga kecamatan Tenggarong, Noria (77) tahun di usia senjanya, ia masih harus berjuang demi kebutuhan sehari-hari. Sejak pagi buta, dirinya mengendarai motor seorang diri menuju Halaman Kreatif Park, Tenggarong, demi mendapatkan gas LPG 3 kg pada operasi pasar yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (19/02/2025). 

Saat diwawancarai Noria menyampaikan keluhanya selama ini, ia sangat merasa kesulitan mendapatkan gas untuk memasak. Bahkan Kelangkaan gas melon membuat harga melambung tinggi, bahkan ia terpaksa membeli dengan harga Rp35-50 ribu per tabung. Menurutnya harga tersebut cukup berat bagi ibu rumah tangga. 

"Karena kondisi terpaksa sebab saya setiap harinya memasak untuk orang dirumah, mau tidak mau tetap harus beli, karena memang untuk masak. Kalau masak sendiri lebih hemat, lebih sehat juga," ujar Noria

Dengan adanya operasi pasar gas LPG 3 Kg ini, Noria merasa adanya secercah harapan bagi dirinya dan warga lainnya. Ia berharap distribusi tabung gas subsidi tersebut dapat terus diadakan agar masyarakat kecil seperti dirinya tetap bisa memasak tanpa harus terbebani harga tinggi. 

"Alhamdulillah hari ini kami dapat harga 19.000 pertabung. Semoga pemerintah dapat terus mengadakan operasi tabung gas LPG 3 Kg ini, supaya masyarakat seperti kami ini bisa terus mendapatkan gas dengan harga terjangkau." harap Noria

Sementara itu Agus (45) sebagai pedagang kecil yang kesehariannya menjual jajanan pentol. Mengaku selama ini juga merasakan kesulitan karena langkanya gas LPG 3 Kg tersebut.

“Sempat beberapa hari, saya tidak berjualan karena gas yang langka ini. Saya menggunakan tabung gas 3 Kg ini karena aktifitas saya yang sehari-hari harus berkeleling menjual pentol, menggunakan rombong jadi tidak memungkinkan kalau pakai gas yang besar.” Kata Agus

Sebagai pedagang kecil Agus berharap pemerintah dapat memperhatikan ketersediaan tabung gas subsidi tersebut, dan operasi pasar murah gas LPG 3 Kg dapat di rutinkan setiap minggu. (tan)