Upayakan Stabilitas Harga Bahan Pokok, Disketapang Rutin Gelar Gerakan Pangan Murah
(Kepala Disketapang Kukar, Sutikno/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Menjelang bulan Suci Ramadan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengupayakan stabilitas harga bahan pokok melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kepala Disketapang Kukar, Sutikno, menjelaskan
bahwa program ini dilakukan secara periodik, minimal dua kali dalam setahun,
dengan kemungkinan pelaksanaan lebih sering tergantung pada situasi dan
kebutuhan masyarakat.
Sutikno mengungkapkan hingga saat ini, GPM
sudah rutin digelar oleh pihak Disketapang di beberapa lokasi, seperti setiap
Selasa di Pasar Lokulu, Minggu di Masjid Agung, dan Jumat di depan MPP (Mall
Pelayanan Publik).
Dirinya juga mengatakan program ini sangat
mendapat respons positif dari masyarakat, terlebih pihaknya menyadari bahwa
harga bahan pangan yang terus berfluktuasi.
“Kami melihat bahwa Gerakan Pangan Murah
sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Contohnya, dalam peristiwa Merah Putih
kemarin, kami hanya mendapat jatah satu ton beras dari Bulog, dan di hari kedua
masyarakat sangat menantikannya. Oleh karena itu, kami akan terus berkoordinasi
dengan Bulog agar program ini dapat berjalan dengan baik,” ungkap Sutikno saat
diwawancarai awak media Kamis (20/02/2025).
Ia juga menyoroti kenaikan harga beras yang dipengaruhi oleh kebijakan harga gabah kering giling di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kg, sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Karena itu untuk mengatasi dampak dari
kebijakan tersebut, Sutikno menyebutkan melalui arahan Bupati Kukar yang
mengarahkan agar Gerakan Pangan Murah lebih difokuskan pada daerah-daerah yang
tidak memproduksi padi atau beras.
“Untuk beberapa wilayah ini ada seperti daerah
Ulu Mahulu, Kenohan, Kembang Janggut, dan Tapal. Ini tentu akan kami
maksimalkan.” terangnya.
Selain beras, ia juga menambahkan Disketapang
Kukar turut memantau kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak
goreng dan gula, yang biasa terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan.
“Kami juga berupaya melakukan pengendalian
harga agar dapat terus dilakukan. Supaya harga bahan pokok tetap seimbang
antara daya beli masyarakat dan harga pasar.”tandasnya .
Sementara itu, Ika (42) seorang ibu rumah
tangga merasa bersyukur dengan diadakannya Gerakan Pangan Murah (GPM) yang
digelar oleh Pemkab Kukar. Ia mengaku sudah beberapa kali berbelanja di
kegiatan GPM, menurut Ika perbedaan harga bahan pokok sangat berarti baginya.
“Alhamdulillah saya sudah beberapa kali
berbelanja di GPM yang diselenggarakan Disketapang Kukar. Untuk harga Beras,
Minyak, Gula memang berbeda seperti yang di pasar. Di GPM relatif lebih murah.
Meski perbedaan 3000-5000. Sebagai IRT itu sangat lumayan.” Ungkap Ika saat
diwawancarai Poskotakaltimnews.
Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini,
Sutikno berharap masyarakat Kukar dapat memperoleh bahan pangan dengan harga
terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan yang identik dengan peningkatan
konsumsi rumah tangga. (adv/tan)