Kepala UPBU Kalimarau Dorong Optimalisasi Tarif dan Potensi Ekspor di Berau
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kepala Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Kalimarau, Ferdinan Nurdin, menjelaskan pengaturan tarif tiket pesawat yang berlaku di Bandara Kalimarau, Berau. Menurutnya, tarif tiket penerbangan telah diatur dengan ketentuan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB), yang berbeda antara pesawat tipe Jet dan Propeller.
“Terkait keberadaan pesawat Jet
kami akui TBA-nya kurang lebih hampir
satu juta rupiah, sementara TBB-nya sekitar enam ratus ribuan. Tarif ini
berlaku khusus untuk maskapai kategori medium
service seperti Sriwijaya Air,” jelas Ferdinan, Selasa (15/4/2025).
Adapun saat ini, terdapat enam maskapai
yang melayani penerbangan dari dan menuju Berau, yakni Sriwijaya Air, Batik
Air, Citilink, dan beberapa lainnya. Dengan banyaknya maskapai yang beroperasi,
diharapkan dapat menciptakan persaingan harga yang sehat dan memberikan lebih
banyak pilihan kepada masyarakat.
Ferdinan juga menegaskan,
kewenangan untuk menaikkan atau menurunkan harga tiket berada sepenuhnya di
tangan maskapai. “Bandara maupun regulator hanya melakukan pengawasan sesuai
aturan. Harga tiket ditentukan oleh strategi bisnis masing-masing maskapai,”
katanya.
Selain soal tarif, Ferdinan
mendorong optimalisasi pengiriman kargo melalui Bandara Kalimarau, khususnya
untuk produk unggulan daerah seperti hasil perikanan, pertanian, perhutanan,
dan produk UMKM. Menurutnya, peluang ekspor dari Berau masih sangat terbuka
lebar.
“Selama ini baru produk perikanan
yang rutin dikirim, padahal potensi lain masih besar. Saat ini ekspor dilakukan
via Batik Air ke Jakarta, lalu ke Singapura hingga Shanghai. Ke depan bisa
lewat Balikpapan atau Makassar yang berstatus bandara internasional,”
ungkapnya.
Ferdinan juga menyebutkan, saat ini terdapat dua agen kargo aktif di Berau, yakni PT Borneo Center Logistik dan satu agen lainnya. Meski demikian, volume pengiriman harian masih terbatas pada ratusan kilogram.
Untuk meningkatkan aktivitas
ekspor, Ferdinan mengajak seluruh pelaku usaha dan stakeholder memanfaatkan
fasilitas yang ada, sekaligus mendorong promosi melalui media sosial. “Bandara
Kalimarau satu-satunya bandara domestik di Indonesia yang bisa melayani ekspor
langsung. Ini kesempatan besar yang harus dioptimalkan,” tutupnya. (sep/FN)