DPMD Kukar Dorong Pemanfaatan Dana Rp50 Juta per RT untuk Kembangkan Ekonomi Lokal

img

(Penyerahan program dana 50 juta per RT)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus mendorong optimalisasi pemanfaatan program bantuan keuangan pembangunan sebesar Rp50 juta per Rukun Tetangga (RT).

Diketahui program bantuan ini kembali digulirkan pada tahun 2025, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar Idaman 2021–2026.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa pemerintah mendorong agar anggaran Rp50 juta per RT tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik.

Tetapi juga untuk kegiatan pemberdayaan yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga.

"Kami terus dorong agar dana ini digunakan juga untuk pelatihan yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Misalnya, jika ada pemuda di RT yang ingin membentuk kelompok usaha seperti bengkel atau usaha lain, kami sangat mendukung," ujar Arianto saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/04/2025).

Arianto menegaskan, dana yang tersedia harus dimanfaatkan secara kreatif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Untuk kami pemerintah daerah melalui DPMD Kukar menginisiasi berbagai pelatihan keterampilan yang bertujuan menumbuhkan usaha-usaha produktif di tengah masyarakat,” katanya .

Lebih lanjut, Arianto mengatakan berbagai jenis pelatihan yang difasilitasi melalui program ini antara lain seperti menjahit, pengelasan, pertukangan, hingga pengolahan makanan.

Menurutnya pelatihan tersebut bukan sekadar transfer ilmu, melainkan harus menghasilkan unit usaha yang terus berkembang.

"Ini bukan hanya soal pelatihan, tapi bagaimana pelatihan tersebut mampu melahirkan usaha produktif yang berkelanjutan," tandasnya .

Dirinya beranggapan jika program ini dijalankan dengan serius, maka akan lahir kelompok-kelompok usaha di tingkat RT yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Atas hal tersebut untuk mendukung terimplementasinya program tersebut secara maksimal.

Arianto menegaskan DPMD Kukar juga memperkuat koordinasi lintas sektor agar pelatihan yang diberikan terintegrasi dengan program pemberdayaan ekonomi lainnya.

"Harapannya, hasil pelatihan ini tidak hanya berhenti sampai pelatihan saja, tapi berkembang menjadi unit usaha mandiri. Ini momentum untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dari bawah, dan RT adalah tempat paling strategis untuk memulainya," pungkasnya.

Dengan langkah ini, dirinya berharap setiap RT yang ada di wilayah Kukar dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. (adv/tan)