Dispora Kukar Maksimalkan Anggaran untuk Perawatan Stadion Aji Imbut
(Sekertaris Dispora Kukar Syaflinsyah/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEW,KUKAR: Melihat indeks minat masyarakat yang terus meningkat dalam berolahraga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan perbaikan-perbaikan sarana olahraga yang ada.
Salah satunya yakni
Komplek Stadion Aji Imbut yang terletak di Tenggarong Seberang. Diketahui
Komplek Stadion Aji Imbut ini pernah menjadi lokasi utama perhelatan Pekan
Olahraga Nasional (PON) XVII pada tahun 2008.
Stadion Aji Imbut sendiri
dibangun sejak 2005 dan diresmikan pada 18 Juni 2008, dengan fasilitas sarana
olahraga yang lengkap seperti arena sepak bola, velodrome, arena berkuda, dan
lainnya. Bahkan saat ini sudah dilengkapi dengan lapangan Minisoccer dan Fitnes
Sterek.
Sekretaris Dispora Kukar,
Syafliansyah mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan fasilitas
sarana prasarana olahraga yang ada saat ini.
Meski diakuinya ada
keterbatasan, lantaran adanya kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi
anggaran.
Ia menegaskan Dispora
Kukar akan berupayamengefektifkan penggunaan dana, termasuk dalam pemeliharaan
kompleks olahraga yang berada di kawasan Kecamatan Tenggarong Seberang.
“Meski dana yang ada
terbatas, kami akan memastikan setiap rupiah dimanfaatkan secara maksimal demi
kelangsungan perawatan stadion,” ungkap Syaflinysah Selasa (29/04/2025) .
Dirinya mengatakan Dispora
Kukar akan berupaya untuk tetap mempertahankan dan merawat sarana olahraga
berkelas nasional tersebut.
Menurutnya juga,
keberadaan Komplek Stadion Aji Imbut ini juga merupakan simbol kebanggaan warga
Kukar, dengan memanfaatkan segala sumber daya yang tersedia secara optimal.
“Saat ini kita sadari
Komplek ini banyak dan sering digunakan untuk berbagai event-event daerah
bahkan nasional, dan sarana prasarana kita juga beberapa sudah memadai. Bahkan
masyarakat banyak melakukan aktifitas di komplek ini seperti jogging, tc, dan
lainnya” jelas Syafliansyah.
Lanjut Syaflinsyah terkait
perbaikan area stadion tetap akan dilakukan berdasarkan tingkat urgensinya.
Salah satu rencana yang menjadi fokus dalam waktu dekat adalah pengecatan
stadion, yang ditargetkan bisa dilaksanakan tahun ini.
“Rencana pengecatan memang
sudah ada, dan kami sedang berupaya agar pendanaannya tetap bisa dipenuhi,”
lanjutnya.
Dirinya mengakui bahwa
pengelolaan fasilitas olahraga sebesar dan sekelas PON bukan perkara mudah,
sebab hal ini memerlukan anggaran yang signifikan untuk menjaga kualitas dan
kelayakannya sebagai arena olahraga nasional.
“Tingkat kebutuhan untuk
merawat stadion ini agar tetap memenuhi standar nasional memang tinggi. Tapi
kami berkomitmen untuk melaksanakan pemeliharaan secara berkala,” tandasnya.
Terkait estimasi dana
pengecatan, Syaflinsyah menyebutkan nilainya berkisar di angka Rp 2 miliar.
Namun nominal tersebut masih harus
dikaji ulang untuk memastikan kecukupan dana yang tersedia di anggaran.
“Kalau tidak salah,
estimasinya sekitar 2 miliar, tapi kami masih akan memastikan lagi jumlah
pastinya,” pungkasnya (adv/tan)