Layanan Haji Dinilai Belum Ramah Lansia, DPRD Kaltim Desak Perbaikan Pelayanan Dasar

img

POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Meningkatnya jumlah jemaah haji lanjut usia dari Kalimantan Timur memunculkan sorotan serius terhadap kualitas pelayanan dasar, khususnya terkait konsumsi dan kesehatan. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, menyuarakan keprihatinannya atas minimnya perhatian terhadap kebutuhan khusus kelompok rentan tersebut.

Dalam evaluasinya, Yenni menyebut bahwa aspek pelayanan konsumsi selama penyelenggaraan ibadah haji kerap menjadi titik lemah yang belum tersentuh perbaikan signifikan.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi dan penyajian makanan yang layak bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menyangkut kelangsungan ibadah para jemaah yang sebagian besar telah berusia lanjut.

"Sering kali makanan yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi kesehatan maupun kebiasaan makan jemaah kita. Ini bukan hal kecil, karena bisa langsung berdampak pada kondisi fisik mereka," ungkapnya saat ditemui di Samarinda, Jum'at (2/05/2025).

Yenni menyoroti bahwa selama beberapa tahun terakhir, keluhan soal makanan tidak hanya menyangkut rasa dan selera lokal, tetapi juga standar kebersihan dan nilai gizi.

Ia menekankan bahwa dalam konteks ibadah haji, pelayanan konsumsi tidak bisa dianggap remeh karena berdampak langsung terhadap daya tahan tubuh jemaah di tengah cuaca ekstrem dan aktivitas padat.

Menurutnya, jemaah lansia memerlukan perhatian ekstra baik dari segi pola makan maupun pengawasan kesehatan harian. Ia menilai, kelemahan pada dua aspek ini bisa menjadi pemicu gangguan kesehatan serius dan menggagalkan kelancaran ibadah.

"Bukan soal enak atau mahal, tapi makanan harus aman, bersih, dan sesuai kebutuhan. Jangan sampai masalah sepele seperti ini malah membuat jemaah jatuh sakit," ujarnya.

Lebih lanjut, Yenni mendesak agar penyelenggara ibadah haji, baik pusat maupun daerah, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, dengan menjadikan masukan dari pengalaman sebelumnya sebagai referensi utama perbaikan.

Ia berharap ke depan, sistem penyelenggaraan haji lebih adaptif terhadap kondisi fisik jemaah, terutama mereka yang telah berusia lanjut. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan tim medis harus ditingkatkan untuk menjamin jemaah mendapat perlindungan menyeluruh selama menjalani ibadah.

"Dengan perhatian yang utuh terhadap kebutuhan dasar, kita bisa pastikan para jemaah berangkat dan pulang dalam keadaan sehat, serta dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk. Itu tujuan akhirnya," tutup Yenni. (ADV)