Perbaikan RPH Gunung Tabur Diminta Dewan Segera Direalisasikan

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah sudah tidak lama lagi, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Rudi Parasian Mangunsong mendesak Pemkab Berau melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan perbaikan terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di Kecamatan Gunung Tabur.

 

“Dengan kondisi bangunan RPH yang mulai mengalami karat dapat berdampak buruk terhadap kualitas daging yang diproduksi.  Kami khawatirkan hal ini bisa memicu munculnya zat berbahaya yang membahayakan kesehatan masyarakat,” ujar Rudi P Mangunsong belum lama ini di Kantor DPRD Berau.

 

Dari pertimbangan yang ada tambah Rudi P Mangunsong  mengharapkan RPH di Gunung Tabur perlu perbaikan segera. Apalagi ini sudah mendekat momen Lebaran Kurban, tentunya kebutuhan daging dipastikan meningkat.

 

“Saya harap Dinas terkait mulai menyusun konsep pemeliharaan gedung yang lebih representatif, agar higienitas produk hewan bisa terjaga dengan baik,” terangnya lagi.

 

Rudi juga menyampaikan, bahwasanya  masih ada waktu sekitar satu bulan sebelum libur nasional untuk melakukan pembenahan, guna memastikan daging segar yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar kesehatan. Karena daging segar dari RPH ini langsung dikonsumsi oleh masyarakat, maka penting untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga.

 

“Karenanya Kami mendukung penuh upaya Dinas terkait untuk meningkatkan sarana dan prasarana RPH,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, ia meminta Dinas terkait dan UPTD RPH untuk segera menyusun anggaran perbaikan secara cermat dan transparan. Dengan perbaikan ini berharap RPH Gunung Tabur bisa beroperasi lebih optimal, menjaga kualitas daging hewani, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten.

 

“Bila perlu  rencana perbaikan ini disampaikan secara terbuka dan melibatkan Komisi DPRD yang membidangi, sehingga dukungan anggaran bisa disalurkan baik melalui DPRD maupun melalui Bupati,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu Rudi juga mengingatkan pentingnya pengelolaan manajemen RPH, terutama dalam hal pencatatan hewan yang masuk, pemeliharaan kebersihan tandon kotoran, serta pemberian pakan yang maksimal. Hal-hal tersebut, kata Rudi, sangat menentukan kualitas akhir dari produk hewani yang dihasilkan. (sep/FN/advertorial)