UMB Terima 413 Kuota Beasiswa GratisPol, Rektor: Ini Bentuk Komitmen Pemerintah

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) menerima 413 kuota beasiswa GratisPol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh civitas akademika UMB kepada calon mahasiswa baru dalam kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan SM Tower Conventions Center, Selasa (13/5/2025).

 

Rektor UMB, Muhammad Bayu, mengungkapkan bahwa kuota tersebut merupakan tahap pertama dari realisasi program beasiswa yang merupakan bagian dari janji kampanye Gubernur Kalimantan Timur terpilih, Rudy Mas’ud, bersama wakilnya, Seno Aji, pada Pilkada periode 2025–2030.

 

Sesuai kuota yang ditetapkan Pemprov Kaltim, saat UMB menerima 413 mahasiswa untuk kelas pagi. “Kami infokan ini belum kuota terakhir, nantinya akan ada rapat lanjutan, namun kuota ini tidak bisa lagi berubah-ubah,” jelas Bayu kepada awak media.

 

Program beasiswa GratisPol ini memang dikhususkan untuk mahasiswa kelas pagi, dengan anggaran mencapai Rp2 miliar per semester yang dialokasikan Pemprov Kaltim ke UMB.

 

“Anggaran dari Pemerintah Provinsi kepada kami sebesar Rp 2 miliar per semester, dan diperuntukkan bagi 413 mahasiswa,” katanya.

 

Bayu menyampaikan bahwa pihak kampus akan terus melakukan sosialisasi aktif dari pintu ke pintu untuk memastikan program ini dapat menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

 

“Harapan kami, dengan adanya program beasiswa ini tidak ada lagi anak-anak kita yang kesulitan melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujarnya.

 

Terkait kendala teknis dalam proses input data penerima beasiswa, pihak kampus menyatakan siap bergerak cepat untuk melakukan klarifikasi langsung ke Pemprov Kaltim.

 

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Provinsi agar sistem pengawasan dan pengunggahan data mahasiswa penerima beasiswa tetap berjalan lancar,” tutup Bayu.

Program beasiswa GratisPol ini menjadi salah satu terobosan pendidikan yang diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur melalui akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan merata. (sep/FN)