Selasa, 27 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com

DPRD Kukar Gelar Rapat Paripurna Pengumuman Hasil Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Periode 2025-2030

Oleh Admin3 menit baca1.631 dibaca

DPRD Kukar Gelar Rapat Paripurna Pengumuman Hasil Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Periode 2025-2030
BagikanWhatsAppFacebookX

(Penandatangan Pengumuman Penetapan Hasil Pilkada Kukar Pasca Putusan MK pada Pilkada 2024/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara menggelar Rapat Paripurna ke-5 pada Rabu, (14/05/2025), dengan agenda pengumuman penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Kukar terpilih tahun 2024.

Rapat yang dipimpin oleh Plt. Ketua DPRD Kukar, Junaidi, ini menandai babak baru dalam perjalanan demokrasi Kukar, setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan hasil sengketa Pilkada.

Dalam rapat tersebut, pasangan  Dr. Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin secara resmi diumumkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara periode 2025–2030.

“ Pasangan ini meraih 209.905 suara sah,atau 57,27% dari total suara, mengungguli dua pasangan calon lainnya,” ujar Junaidi dalam Rapat Paripurna 

Usai pengumuman tersebut, Calon Bupati Kukar Terpilih Dr. Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Kukar Terpilih Rendi Solihin menyampaikan rasa syukur dan haru atas amanah yang diberikan rakyat Kukar.

Ia menekankan bahwa Pilkada bukan sekadar ajang politik, melainkan manifestasi hak rakyat dalam menentukan arah masa depan daerah.

“Ini adalah momen bersejarah. Untuk pertama kalinya Kukar menjalani dua kali Pilkada melalui proses PSU. Meski menguras energi, ini menunjukkan kedewasaan demokrasi kita,” ujar Aulia dalam sambutannya

Dalam kesempatan itu Aulia mengatakan sejak diumumkan oleh DPRD hari ini, dirinya meyakini bahwa inilah saatnya kita bersatu dalam satu pangkuan, yaitu tanah bertuah Kutai Kartanegara.

“Setelah pengumuman ini, sudah sepatutnya kita meneguhkan Kukar sebagai daerah yang tidak membedakan antara yang menang dan yang kalah. Tanpa saling sikut, tanpa membangun kubu-kubu, dan dengan niat yang tulus, insyaAllah kita akan menjadikan Kukar bebas dari stagnasi dan kemunduran,” jelas Aulia

Lebih lanjut, Aulia mengungkapkan gerak kepemimpinan Bupati Kukar Edi Damansyah dan Rendi Solihin selama ini semestinya menjadi tolok ukur dalam menata dan mengelola daerah ke depan.

“Dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan mereka yang mencapai 80%, tidak berlebihan jika kita menyebut beliau sebagai salah satu tokoh politik terbaik yang pernah dilahirkan oleh Kukar,” tegas Aulia.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa saat ini kami bukan lagi sekadar peserta kontestasi Pilkada. Kami telah ditetapkan sebagai putra pilihan Kutai Kartanegara, menerima mandat sebagai penerus pembangunan, penjaga marwah daerah, dan pengangkat martabat Kukar,” lanjutnya.

Dalam momen ini juga , Aulia secara khusus menyampikan permohonan nasihat dan bimbingan dari Ayahananda Sultan Kutai Ing Kartanegara agar dirinya bersama Rendi Solihin mendapat bekal yang cukup untuk menegakkan panji-panji kehormatan Kukar.

“Kami sadar bahwa politik kadang membawa kita pada arena yang rumit diplomatis sekaligus bisa bersifat keras bahkan kriminal. Namun, menjaga politik tetap santun dan beradat adalah prinsip yang tidak boleh ditinggalkan,” tuturnya.

“Oleh karena itu, kita tidak boleh melepaskan nilai-nilai budaya dalam setiap langkah politik yang kita jalankan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, mengesampingkan perbedaan politik, dan bersama-sama membangun Kukar yang lebih baik.

“Mulai hari ini, tidak ada lagi kubu. Kita semua Kukar, kita semua satu,” tegasnya.

Aulia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga atas waktu dan tenaga yang tersita selama proses Pilkada, serta memohon restu dari Sultan Kutai untuk mengemban amanah dengan baik.

Tak lupa, ia memberikan penghargaan kepada pasangan calon lainnya, AYL-Aza dan Dendi-Alif, atas semangat kompetisi yang sehat dan konstruktif selama masa pemilihan.

Sebagai penutup, Aulia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kukar, dari hulu hingga pesisir, yang telah menggunakan hak pilihnya dengan penuh kesadaran.

“Hari ini membuktikan bahwa Kukar tetap rukun, guyub, dan bersatu. Isu perpecahan hanyalah kabar angin,” pungkasnya.

Aulia juga menambahkan dengan pengumuman ini, Kukar resmi memasuki babak baru pemerintahan yang dipimpin generasi muda, dengan harapan membawa kemajuan tanpa melupakan adat dan budaya lokal.  (tan)

BagikanWhatsAppFacebookX
Iklan
Iklan