Sempat Viral karena Ditanam di Danau, Padi Semayang Segera Dipanen
Oleh Admin2 menit baca519 dibaca

Padi di kawasan Danau Semayang, Desa Semayang, mulai berbunga menjelang panen. (Doc. Warga)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Padi yang ditanam di kawasan Danau Semayang, Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini mulai menunjukkan perkembangan menggembirakan.
Tanaman yang sempat viral di media sosial karena metode penanamannya yang tidak biasa itu mulai mengeluarkan bunga dan diperkirakan memasuki masa panen pada November 2026.
Padi tersebut ditanam masyarakat menggunakan metode Tanam Benih Langsung (Tabela), yakni dengan menebar benih secara langsung di kawasan danau yang mengalami penyusutan air.
Cara ini memanfaatkan dasar danau yang berlumpur sebagai lahan pertanian ketika permukaan air surut.
Warga Desa Semayang, Ariel, mengungkapkan rasa syukur melihat perkembangan tanaman padi yang kini mulai berbunga.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi harapan bagi masyarakat yang telah menantikan hasil dari penanaman padi di kawasan danau.
Ia menjelaskan, tanaman padi saat ini mulai mengeluarkan bunga yang dalam bahasa Kutai dikenal dengan sebutan rampah.
Pertumbuhan tanaman juga terlihat cukup baik, dengan batang yang besar meski tumbuh bergerombol dan berdesakan.
“Pemandangan hamparan hijau yang dihiasi indahnya bunga padi. Tumbuhnya bergerombol dan berdesakan, tapi batangnya besar,” ujarnya, Senin (26/10/2026).
Meski menunjukkan perkembangan positif, ia mengatakan keberhasilan panen masih bergantung pada kondisi alam.
Masyarakat berharap permukaan air Danau Semayang tidak kembali naik sebelum padi siap dipanen, sehingga tanaman yang telah tumbuh dapat dipertahankan hingga masa panen.
“Semoga cuaca dan kondisi air danau tetap bersahabat hingga masa panen tiba, sehingga jerih payah masyarakat Danau Semayang membuahkan hasil yang melimpah ruah serta membawa kesejahteraan bagi seluruh warga,” kata dia.
Ia berharap berbagai tanggapan yang sebelumnya muncul saat penanaman padi tersebut viral tidak mengurangi semangat masyarakat.
Menurutnya, saat ini warga lebih membutuhkan dukungan dan doa agar tanaman padi dapat dipanen dengan baik.
“Hindarkan segala caci maki, hujatan, kontroversi yang bisa menghitamkan hati. Hanya butuh doa, semoga padi ini sempat dipanen,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi untuk mempersiapkan pelaksanaan panen raya di Desa Semayang.
Ia memperkirakan kegiatan tersebut dapat dilaksanakan sekitar dua pekan mendatang dan mengundang berbagai pihak untuk menyaksikan langsung hasil pertanian masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi. Kemungkinan dua minggu lagi kita akan panen raya. Melalui kesempatan ini juga, kami ingin mengundang seluruh pihak untuk bersama-sama datang ke Semayang untuk menyaksikan kegiatan panen raya,” ujarnya.
Terkait luas lahan yang akan dipanen, ia menyebut pemerintah daerah masih mengumpulkan data untuk memastikan luasan panen yang dapat direalisasikan.
“Datanya masih kita kumpulkan untuk data pastinya, seberapa luas panen yang akan kita laksanakan,” tutupnya. (Kriz)



