Meningkatkan Angka Pengangguran di Berau Akibat Penutupan Proyek oleh Perusahaan Tambang Mendapat Perhatian Dewan
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Meningkatnya angka pengangguran di Kabupaten Berau saat ini mendapat perhatian dari DPRD Berau. Menurut Anggota Komisi I, Feri Kombong, ini terkait penutupan proyek atau closing project yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan tambang di Berau.
“Penutupan proyek ini berdampak
langsung terhadap pengurangan tenaga kerja. Informasi yang kami terima, PT KJB
melakukan penutupan proyek tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada
karyawan, padahal itu diatur dalam perundang-undangan. Mereka hanya menerima
surat pemberitahuan,” ungkap Feri Kombong di Kantor Dewan Jalan Gatot Subroto
Kelurahan Sei Bedungun baru-baru ini.
Disampaikan Feri Kombong lagi,
bila melihat aturan seperti penggunaan dasar hukum Peraturan Pemerintah (PP)
Nomor 53 Pasal 44 Ayat B oleh pihak perusahaan dalam proses penutupan proyek.
Menurutnya, pasal tersebut mengatur tentang penutupan bukan karena kerugian
perusahaan, sehingga perlu dikaji lebih lanjut alasan sebenarnya.
“Dari laporan serikat pekerja,
pemilik antara PT KJB dan perusahaan lain yang masih beroperasi disebut sama.
Jadi kita perlu menggali lebih dalam apa motif di balik penutupan ini,”
katanya.
DPRD Berau, lanjut Feri, telah
sepakat untuk menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak manajemen PT KJB dan
pihak terkait lainnya untuk meminta penjelasan resmi terkait rencana penutupan
tersebut.
Jadi menurut Feri, kenaikan tingkat pengangguran tidak bisa langsung dikaitkan dengan pandemi COVID-19, mengingat masa krisis tersebut telah berlalu lebih dari dua tahun.
“Lemahnya data kependudukan dan
ketenagakerjaan yang tersedia saat ini. Kita tidak punya data pasti soal itu.
Jadi, sulit untuk menyimpulkan penyebab utama kenaikan angka pengangguran,”
tukasnya lagi. (sep/FN/Advertorial)