Dispar Berau Imbau Pelaku Wisata Perketat Prokes Antisipasi COVID-19
Oleh Admin1 menit baca1.676 dibaca

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di provinsi ini, Berau berkomitmen menjaga sektor pariwisata tetap aman dan tidak menjadi titik penyebaran baru. Menyusul munculnya kembali kasus COVID-19 di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Berau bergerak cepat untuk mencegah penyebaran virus ke wilayah Bumi Batiwakkal.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Berau, Ilyas Natsir, menegaskan bahwa pihaknya telah mengimbau seluruh pelaku pariwisata untuk meningkatkan kewaspadaan, dan kembali menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Semua pelaku pariwisata agar lebih berhati-hati, adanya kasus COVID-19 di Samarinda harus menjadi alarm bagi kita semua. Walau ranah pemeriksaan kesehatan berada di bawah Dinas Kesehatan, kami tetap mendorong agar para pelaku wisata menjaga kondisi kesehatan mereka dan pengunjung,” ujar Ilyas, Jumat (13/6/2025).
Dispar Berau juga menyatakan kesiapan mendukung langkah pengamanan dan pemeriksaan kesehatan di sejumlah titik kedatangan wisatawan, termasuk bandara, pelabuhan, dan objek-objek wisata yang ramai dikunjungi.
Saat ini pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, petugas di lapangan, serta para pengelola destinasi untuk memastikan langkah-langkah preventif tetap berjalan.
“Tujuannya agar sektor pariwisata tetap berjalan dengan aman dan tidak menjadi titik penyebaran baru,” jelasnya.
Ilyas juga mengingatkan pelaku usaha di sektor pariwisata, seperti hotel, restoran, agen perjalanan, dan pengelola tempat wisata, agar kembali aktif mengingatkan pengunjung tentang pentingnya menjaga kebersihan dan disiplin protokol kesehatan.
“Intinya, kami tidak ingin lengah. Jangan sampai lonjakan kasus terjadi karena abai. Kita semua harus jaga-jaga,” ujarnya.
Langkah cepat dan koordinatif ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Berau dalam menjaga keseimbangan antara geliat sektor pariwisata dan kesehatan masyarakat di tengah ancaman gelombang baru COVID-19. (sep/FN)



