Gubernur Kaltim Lantik Bupati-Wakil Bupati Kukar, Rudy: Lebih Baik Sederhana dan Jujur daripada Megah Tapi Mengkhianati Rakyat
(Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang melantik langsung Bupati dan Wakil Bupati Kukar terpilih Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara
(Kukar) resmi menyongsong langkah baru sejak hari ini. Kepemimpinan kepala
daerah Kukar yang sebelumnya dijabat oleh Bupati Edi Damansyah - Wakil Bupati Rendi
Solihin periode 2020-2025, sejak hari ini secara sah tongkat estafet
kepemimpinan kepala daerah Kukar telah berpindah kepada Bupati dan Wakil Bupati
terpilih yakni Dr. Aulia Rahman Basri sebagai Bupati dan H. Rendi Solihin
sebagai Wakil Bupati Kukar periode 2025-2030.
Keduanya resmi dilantik
oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud pada Senin (23/06/2025) di
Pendopo Odah Etam, Samarinda.
Dalam sambutannya, Rudy
Mas’ud mengucapkan selamat kepada
Aulia-Rendi yang telah dilantik.
“Setelah dua kali
bertarung dalam kontestasi politik, akhirnya kita melihat pasangan Bupati dan
Wakil Bupati Kutai Kartanegara masa jabatan 2025–2030 yang terpilih dan telah
dilantik,” ungkap Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
“Atas nama Pemerintah
Provinsi Kalimantan Timur, saya mengucapkan selamat bertugas kepada
Aulia-Rendi. Kami berharap amanah ini dijalankan dengan komitmen dan
integritas, karena masyarakat sangat menanti terobosan-terobosan dan inovasi,
khususnya dalam pelayanan dasar atau Standar Pelayanan Minimal (SPM),”
pesannya.
Rudy juga menyinggung
pembangunan Kukar juga harus diselaraskan dengan pembangunan antar-daerah dan
antar-provinsi.
Gubernur Kaltim tersebut
menegaskan infrastruktur yang mendukung layanan dasar seperti pendidikan dan
kesehatan sangat dinanti oleh masyarakat.
“Visi dan misi Kukar sudah
jelas dan selaras dengan Pemprov Kaltim. InsyaAllah Kukar akan maju di bawah
kepemimpinan yang tepat, dengan sinergi dan komunikasi yang optimal dengan
pemerintah provinsi,” tegas Rudy.
Rudy juga berharap, dengan
kepemimpinan Aulia-Rendi terus terjalin hubungan yang harmonis antara
Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Kukar dan terus
ditingkatkan.
“Kukar adalah wilayah yang
strategis dan sangat potensial. Ia memiliki sejarah panjang di nusantara dan
kekayaan sumber daya alam yang melimpah seperti migas, perkebunan, perikanan,
pertambangan, hingga pariwisata,” tutur Rudi.
“Ini adalah peluang emas,
sekaligus tantangan besar. Kepemimpinan Kukar ke depan akan menentukan apakah
daerah ini bisa menjadi episentrum pertumbuhan baru,” tambhanya.
Gubernur Kaltim ini juga
berpesan agar Kukar di bawah kepemimpinan yang baru dapat melaksanakan berbagai
terobosan, ide, dan gagasan dengan memastikan bahwa seluruh program benar-benar
berpihak kepada masyarakat.
Ia juga berpesan agar
pemimpin daerah untuk jangan pernah tergoda menggunakan kekuasaan untuk
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
“Pemerintahan harus dijalankan secara akuntabel dan transparan. Jadikan amanah ini sebagai bentuk pengabdian, bukan kepentingan pribadi. Lebih baik hidup sederhana namun jujur, daripada megah tetapi mengkhianati rakyat. Ingat pesan Presiden. Jangan lakukan korupsi dalam bentuk apa pun,”pesan Rudy.
Sementara dr Aulia Rahman Basri mengaku siap untuk menjalankan amanah sebai Bupati Kutai Kartanegara. Ia menegaskan terkait tidak
ada program 100 hari kerja di masa kepemimpinanya.
“100 hari kerja itu dari
jaman Roosevelt, tapi di pemerintahan kami adalah melanjutkan Kukar Idaman
Terbaik, tidak ada 100 hari, sehari langsung kerja,”’tegas Aulia.
“Hari pertama langsung kerja. Tidak ada masa transisi. Program dan janji tetap sama. Yang berubah hanya figur kepemimpinan. Kukar Idaman Terbaik adalah bentuk penyempurnaan dari Kukar Idaman, bukan perubahan arah,” tambahnya.(adv/Tan)