Aulia Rahman Basri-Rendi Solihin Tegaskan Tidak Ada 100 Hari Kerja, Langsung Kerja!
(Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,SAMARINDA: dr. Aulia Rahman Basri dan H. Rendi Solihin sejak
hari ini secara resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutai
Kartanegara (Kukar) definitif periode 2025–2030. Keduanya dilantik langsung
oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud pada Senin pagi (23/06/2025) di Pendopo
Odah Etam, Samarinda.
Pelantikan ini juga
menandai usainya sebuah dinamika demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Kukar 2024 di Kutai
Kartanegara (Kukar) yang sebelumnya berujung
kepada gugatan Mahkamah Konstitusi (MK).
Sebelumnya diketahui, dari
putusan MK Edi Damansyah yang sebelumnya mecalonkan diri sebagai Bupati Kukar
dan bersanding dengan Rendi Solihin sebagai Wakil Bupati, harus menghentikan
langkahnya lantaran putusan MK yang mendiskualifikasi Edi Damansyah pada 24
Februari 2025, dan memerintahkan Kukar untuk melaksanakan Pemungutan Suara
Ulang (PSU).
Atas perintah tersebut
Aulia Rahman Basri diusung untuk mengantikan Edi Damansyah, sehingga bersanding
dengan Rendi Solihin.
Melalui hasil Pemungutan
Suara Ulang (PSU) yang digelar pada 19 April 2025 pasangan Aulia-Rendi berhasil
memperoleh suara sah 209.905. Sementara pasangan AYL–AZA memperoleh 51.536
suara, dan pasangan Dendi–Alif meraih 105.073 suara. Sebanyak 7.857 suara
dinyatakan tidak sah.
Kepada awak media Aulia Rahman
Basri mengaku bahwa pihaknya menerima undangan resmi pada Minggu (22/06/2025)
malam beberapa jam sebelum dirinya dilantik.
Meski terkesan mendadak
namun dirinya merasa bersyukur sebab pelantikan telah berjalan lancar dan
sukses.
“Pelantikan ini memang
cukup mendadak. Tapi alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik. Kami juga
langsung bersiap mengikuti retret kepala daerah di Jatinangor,” ujar Aulia saat
diwawancarai awak media usai pelantikan.
Ia mengatakan, setelah ini
dirinya bersama Rendi Solihim dijadwalkan untuk mengikuti retret kepala daerah
gelombang kedua di Kampus IPDN Jatinangor.
Saat disinggung terkait dengan program kerja 100 harinya, Aulia bersama Rendi menegaskan bahwa tidak ada program 100 hari kerja di masa kepemimpinanya.“100 hari kerja itu dari jaman Roosevelt, tapi di pemerintahan kami adalah melanjutkan Kukar Idaman Terbaik, tidak ada 100 hari, sehari langsung kerja,”’tegas Aulia.
“Hari pertama langsung
kerja. Tidak ada masa transisi. Program dan janji tetap sama. Yang berubah
hanya figur kepemimpinan. Kukar Idaman Terbaik adalah bentuk penyempurnaan dari
Kukar Idaman, bukan perubahan arah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu juga
Aulia mengatakan, akan memastikan program yang akan pihaknya lanjutkan agar
segera direalisasikan.
Sejumlah program prioritas
akan langsung dijalankan tanpa menunggu pengesahan RPJMD baru, karena aturan
membolehkan tetap mengacu pada RPJMD sebelumnya yang selaras dengan RPJPD.
“Program-program yang kita
segera realisasikan seperti nelayan produktif yang sebelumnya 25 ribu jadi 100
ribu,” katanya.
Lanjut Aulia berobat Cukup
dengan KTP juga akan segera digerakan, sebab hal ini menyangkut dengan layanan
kesehatan gratis berbasis KTP sesuai instruksi dan dukungan Gubernur Kaltim.
Kemudian terkait dengan percepatan Infrastruktur Jalan seperti yang disampaikan Gubernur Kaltim, untuk mengoptimalkan infrastuktur jalan yang dinilai menjadi kebutuhan penting masyarakat.“Semua program ini langsung dikerjakan. Tidak menunggu 100 hari kerja,” tutur Aulia.
Terkait dengan anggaran
dan RPJMD, Aulia menekankan bahwa arah pembangunan dan pembiayaan bersifat
sistemik, bukan personal.
“Selama RPJMD 2025–2030
belum disahkan, kami tetap mengacu pada RPJMD sebelumnya dan RPJPD jangka
panjang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa dalam PSU lalu, masyarakat Kukar memilih berdasarkan program, bukan sekadar figur.“Yang kami tawarkan adalah Kukar Idaman Terbaik. Dukungan masyarakat kuat karena programnya tetap utuh,” tuturnya.
Ia juga menambahkan visi
misi di Kukar sendiri juga diakui selaras oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov)
yang disampaikan oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’Ud.
Sehingga dalam menjalankan berbagai program, dirinya yakin kedepan Kukar akan menuju arah pembangunan, pertumbuhan berbagai sektor ke arah yang lebih baik lagi. (Adv/Tan)