Ananda Moeis Minta Polemik SMA 10 Diselesaikan Baik-Baik, Ingatkan Hak Anak atas Pendidikan
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Polemik seputar dinonaktifnya Kepala SMA Negeri 10 Samarinda oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur turut menjadi perhatian para legislatif. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menekankan agar persoalan tersebut diselesaikan secara bijak tanpa mengorbankan hak siswa dalam memperoleh layanan pendidikan.
Meski mengaku belum mengetahui secara rinci
duduk persoalan, Ananda mengingatkan bahwa semua anak berhak mendapatkan
pendidikan yang layak. Karena itu, ia berharap semua kebijakan yang diambil
tetap mengutamakan keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah.
“Begini, saya kan belum tahu permasalahan
secara detail. Tapi yang pastinya, untuk pendidikan, semua anak-anak kan
mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran,” ujar Ananda, Senin
(30/06/2025).
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan sebagai
instansi teknis tentu memiliki pertimbangan tersendiri dalam mengambil langkah
tersebut. Namun yang terpenting, kata dia, adalah memastikan kegiatan
pendidikan tidak terganggu.
“Jadi, sesuai dengan bidangannya
masing-masing, Pak Kadis membuat langkah-langkah yang bisa membuat kegiatan
pengajaran dan pendidikan itu tidak terhambat. Untuk anak bangsa ya,
diselesaikan dengan baik-baik,” sambungnya.
Lebih lanjut, Ananda menyampaikan bahwa
dirinya belum bisa memberikan komentar lebih mendalam karena belum ada
pembahasan secara resmi di DPRD mengenai hal ini.
“Saya belum bisa komentar terlalu dalam karena
belum tahu lebih detailnya seperti apa. Mungkin bisa ke Komisi IV terkait,
karena belum ada pembahasan sama sekali. Saya juga baru tahu,” pungkasnya.
Diketahui, SMA Negeri 10 sebelumnya sempat
berpindah dari gedung lama di kawasan Jalan Melati ke lokasi baru. Belakangan
sekolah tersebut kembali ke lokasi semula, yang kemudian memunculkan ketegangan
di internal sekolah hingga berujung pada penonaktifan kepala sekolah.(adv)