HUT ke-80 RI, Halili Soroti Banjir dan Polemik PPDB yang Belum Tuntas
Anggota DPRD Balikpapan, Halili Adinegara
POSKOTAKALTIMNEWS,BALIKPAPAN: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan
Republik Indonesia menjadi momen refleksi penting bagi Kota Balikpapan.
Sejumlah persoalan krusial, mulai dari pembangunan, pendidikan, hingga
pelayanan publik, dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah
Kota (Pemkot) Balikpapan.
Anggota DPRD Balikpapan,
Halili Adinegara, menegaskan bahwa momentum ini seharusnya dimanfaatkan untuk
melakukan evaluasi menyeluruh. Menurutnya, pembangunan di tingkat RT yang belum
merata juga harus mendapat perhatian pemerintah.
“Evaluasi itu banyak. Mulai
dari pembangunan di tingkat RT, terutama di lingkungan yang belum pernah
tersentuh. Itu juga harus menjadi perhatian,” ujarnya usai mengikuti upacara
HUT ke-80 RI di Dome Balikpapan, Minggu (17/8/2025).
Politisi Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menilai pemerintahan saat ini belum berjalan
maksimal. Namun, dengan sisa masa jabatan sekitar empat tahun, masih ada waktu
untuk melakukan perbaikan.
Salah satu persoalan yang
ia soroti adalah banjir, yang hingga kini masih menjadi momok bagi warga. Halili
menegaskan pentingnya langkah nyata dalam menangani titik-titik rawan banjir
yang sudah diketahui bersama.
“Khusus persoalan banjir,
ini masih menjadi pekerjaan rumah kita semua. Di kampung saya sendiri,
Wonorejo, masih belum merdeka dari banjir. Ini menunjukkan bahwa persoalan ini
belum tertangani secara menyeluruh,” tegasnya.
Selain banjir, Halili juga
menyoroti masalah di sektor pendidikan, khususnya sistem Penerimaan Peserta
Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP. Menurutnya, sistem yang ada belum membawa
perubahan berarti dan seringkali menimbulkan polemik di kalangan orang tua
murid.
“Sampai sekarang belum ada
perubahan signifikan dalam sistem penerimaan siswa baru. Ini sering menimbulkan
persoalan di masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan,
Dinas Pendidikan dapat mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mengevaluasi
serta memperbaiki sistem PPDB agar lebih baik lagi,” pungkasnya.(mid)