Wagub Buka Seminar Dunia Belum Berakhir
SAMARINDA- Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengatakan yang membuat hidup ini bermasalah, yang menyebabkan setrres, depresi bahkan ada yang sampai nekat bunuh diri, itu disebabkan kalau tidak hatinya yang bermasalah, pikirannya yang bermasalah.
"Oleh karena itu, jagalah hati dan
pikiran. Jaga hati dari penyakit hati seperti menghindari SMS
yaitu senang melihat orang lain
susah, atau susah melihat orang
lain senang, dan jagalah pikiran
dari pikiran yang tidak benar dalam hidup ini," tegas Hadi Mulyadi, saat
membuka seminar "Dunia Belum Berakhir, Penyelesaian Masalah Tanpa Harus
Bunuh Diri, yang dilaksanakan dalam
rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, dan terselenggara atas kerjama
Ikatan Psikolig Klinis Wilayah Kaltim, Himpunan Psikolog Wilayah Kaltim
dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, di Aula Dispora Kaltim, Kamis
(10/10/2019).
Hadi Mulyadi mengatakan, untuk
menghadapi berbagai permalasalan dalam kehidupan ini, atas nama Pemprov Kaltim
memberikan apresiasi kepada psikolog yang menyelenggarakan seminar ini, dalam
upaya langkah-langkah antisipasi dan
kuratif kepada para generasi mudah penerus bangsa, jangan sampai
kejiwaannya terganggu.
"Harus kita sadari, bahwa tugas ini adalah tugas
semuanya, tugas orang tua, para guru,
kepala sekolah, tugas pemerintah, tugas para alim ulama, untuk menyadarkan
bahwa hidup ini sangat berarti kalau mempunyai orientasi yang benar, karena
siapan dia kalau memiliki orientasi kedepan, maka dia akan dapat menyelesaikan
masalahnya sendiri," terangnya.
Hadi
Mulyadi menambahkan, terkait
dengan penyakit hati baik defresi, setrres bahkan sampai bunuh diri, ternyata
bukan karena kedudukan, uang dan harta, namun hal itu disebabkan penyakit SMS
yaitu senang melihat orang lain susah,
atau susah melihat orang lain senang,
ini penyakit hati, dan penyakit ini harus diterafi dengan memberikan kesadaran
hidup tentang sifat-sifat yang harus dimiliki seseorang agar tangguh dalam menjalani hidup ini.
Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Kaltim Wahyu Nhira Utama
M.Psi.Psikolog yang juga, Panitia
Penyelenggara seminar dunia belum berakhir, penyelesaian masalah tanpa harus
bunuh diri, mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan hari kehatan jiwa sedunia tahun
2019, dengan tema promosi kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri, dari data
tenyata bunuh diri banyak terjadi pada
umur 15 sampai 29 tahun, usia yang masih produktif, sehingga sangat
disayangkan bagi para generasi muda yang banyak mengalami psikologi, dan tidak
tahu cara mencari bantuan untuk mengatasinya.
"Tujuan seminar ini, adalah untuk
mengenalkan terkait masalah-masalah mental yang ada dimasyarakat selama ini,
dan bagaimana cara mengatasinya atau mendapatkan bantuannya, khususnya kepada para peserta seminar yang berasal dari dinas dan instansi, mahasiswa dan pelajar," kata Wahyu Nhira
Utama.
Tampak hadir, kepala Dispora Kaltim HM
Syirajudin, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia
Wilayah Kaltim Hj Nuraida Wahyu Sulistyani, Dekan Fakultas Psikologi
Untag 1945 Samarinda, Ketua Prodi Psikolog UMKT, Kepala Biro Humas Kaltim,
serta undangan lainnya.(mar/poskotakaltimnews.com)