Pemkab Kukar Genjot Program Rumah Layak Huni, Warga Berpenghasilan Rendah Jadi Prioritas
Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar, Muhammad Aidil. (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Masalah rumah tidak layak huni (RTLH) masih menjadi perhatian di Kutai
Kartanegara (Kukar). Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menegaskan
keseriusannya mendukung program nasional 3 juta RTLH yang dicanangkan
pemerintah pusat.
Dukungan itu tidak
sekadar wacana, tetapi diwujudkan lewat kebijakan konkret, mulai dari bantuan
bedah rumah hingga pembebasan bea tanah dan bangunan bagi rumah subsidi.
Pelaksana Tugas (Plt)
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar, Muhammad Aidil,
menuturkan koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan. Bahkan, laporan
kegiatan secara rutin disampaikan setiap minggu melalui rapat virtual.
“Kami diminta
melaporkan progres dukungan program. Setiap minggu ada zoom meeting dengan
pusat,” ungkap Aidil, Kamis (02/10/2025).
Aidil menyebut salah
satu bentuk nyata, lanjutnya, adalah kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak
atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi rumah subsidi. Aturan ini sudah memiliki
payung hukum melalui peraturan daerah.
“Kalau untuk rumah subsidi, tidak dikenakan
BPHTB. Tapi rumah pribadi tetap berlaku normal. Selain itu, kami juga
melaksanakan program bedah rumah sebagai stimulan bagi masyarakat,” katanya.
Dirinya menegaskan,
program rumah layak huni tidak bergantung pada kuota tetap. Target dihitung
dari akumulasi berbagai sumber pembangunan, baik dari anggaran dinas, peran
developer, maupun swadaya masyarakat.
“Jadi bukan masalah berapa kuotanya, tapi
seberapa banyak rumah yang bisa diselesaikan sampai Desember 2025,” ungkap
Aidil.
Untuk skema rumah
subsidi, Aidil mengatakan Pemkab Kukar mencatat ada sekitar 600 unit yang
digarap lewat program Lease Purchase Program (MLPP) bekerja sama dengan
sejumlah pengembang.
Menurut Aidil, pola
ini menjadi salah satu cara mempercepat penyediaan rumah layak bagi masyarakat
berpenghasilan rendah.
“ Selain program
pusat, Pemkab Kukar juga menjalankan program bedah rumah dengan target 90 unit
pada tahun ini,” terangnya.
Dirinya menyebut
bantuan diberikan dalam bentuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang
dikelola langsung oleh pemilik rumah penerima. Dengan begitu, warga memiliki
kendali penuh atas pembangunan sesuai kebutuhan mereka.
Sebaran program ini
mencakup beberapa kecamatan, antara lain Loa Janan enam unit, Muara Jawa 30
unit, Muara Kaman 25 unit, Sangasanga enam unit, Sebulu 22 unit, dan Tenggarong
Seberang satu unit.
“Sisanya, masih ada
20 unit yang dalam proses verifikasi penerima,” tuturnya.
Ia menambahkan,
program ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya
pemerintah menjamin kualitas hidup warga. Rumah layak huni diharapkan menjadi fondasi
bagi lahirnya generasi yang lebih sehat dan sejahtera.
“Tempat tinggal itu kebutuhan dasar. Kalau
rumahnya layak, kualitas hidup keluarga juga meningkat,” tutup Aidil. (Adv/Tan)