Pemdes Kota Bangun III Rencanakan Danau Kumbara Jadi Pusat CFD dan Wisata Rakyat
(Danau Kumbara Kota Bangyn lll/pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pemerintah Desa (Pemdes) Kota Bangun III, Kecamatan
Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tengah mempersiapkan
langkah besar dalam menghidupkan kembali kawasan Danau Kumbara.
Tahun 2025, kawasan ini
direncanakan menjadi lokasi Car Free Day (CFD) yang menggabungkan konsep
wisata, olahraga, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Kota Bangun
III, Lilik Hendrawanto, mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari upaya
desa untuk menciptakan ruang publik yang bermanfaat sekaligus menumbuhkan
kegiatan ekonomi lokal.
“Kami ingin Danau Kumbara tidak hanya dikenal
karena keindahannya, tapi juga karena aktivitas positif warganya. CFD menjadi
langkah awal untuk menghidupkan kawasan ini secara berkelanjutan,” ujar Lilik
Sabtu (04/10/2025).
Lilik menjelaskan,
nantinya kawasan di sekitar danau akan dijadikan zona bebas kendaraan setiap
Minggu pagi.
Warga bisa berolahraga,
berinteraksi sosial, sekaligus menikmati kuliner khas desa yang dijajakan
pelaku UMKM lokal.
“Kegiatan CFD ini akan
memadukan rekreasi dan ekonomi. Jadi pengunjung bisa sehat, sekaligus
berbelanja produk warga sendiri,” katanya.
Diakui Lilik Pemdes
berkomitmen menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang, seperti pembangunan
musala, area kuliner UMKM, dan jalur pedestrian di tepian danau.
Ia menilai langkah
tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus
memperindah wajah wisata Danau Kumbara.
Menurut Lilik, konsep CFD
ini juga bertujuan membuka peluang bagi generasi muda untuk berperan aktif
dalam kegiatan sosial dan ekonomi desa.
“Anak muda harus punya
ruang untuk berkreasi. Melalui CFD, mereka bisa ikut dalam kegiatan seni,
olahraga, dan promosi wisata lokal,” terangnya.
Dirinya juga menekankan
pentingnya kolaborasi antarwarga agar kegiatan ini berjalan konsisten. Lilik
mengaku pihak Pemdes membuka peluang kerja sama dengan kelompok masyarakat,
komunitas olahraga, hingga pelaku usaha kecil agar CFD menjadi kegiatan rutin yang
dinanti setiap akhir pekan.
“Kalau semua elemen ikut
berpartisipasi, CFD bisa jadi kegiatan yang bukan hanya menyehatkan, tapi juga
menumbuhkan ekonomi desa. Itulah semangat yang ingin kami bangun di Danau
Kumbara,” tutur Lilik.
Dengan pelaksanaan CFD,
Lilik berharap Danau Kumbara bisa menjadi ikon baru desa wisata partisipatif di
Kecamatan Kota Bangun Darat. Selain memperkuat identitas lokal, kegiatan ini
juga diharapkan menarik kunjungan wisatawan dari daerah sekitar.
“CFD di Danau Kumbara bukan sekadar agenda mingguan, tapi simbol perubahan. Ini cara kami menunjukkan bahwa pembangunan bisa dimulai dari masyarakat sendiri,” tutup Lilik. (Adv/Tan)