Pemdes Loa Kulu Kota Gaungkan Pelestarian Budaya dan Lingkungan Lewat Kegiatan Tradisional
(Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rijali/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pemerintah Desa (Pemdes) Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa
Kulu, terus menggaungkan komitmennya dalam melestarikan budaya, lingkungan,
sejarah, dan nilai sosial masyarakat agar tidak tergerus oleh perkembangan
zaman.
Kepala Desa Loa Kulu Kota,
Mohamad Rijali, mengatakan bahwa pelestarian budaya bukan hanya sebatas menjaga
tradisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat
terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Tujuannya bukan sekadar
melestarikan budaya lokal, tapi juga mengingatkan masyarakat agar peduli
terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Sebagai bentuk nyata,
Pemdes Loa Kulu Kota telah menggelar beragam perlombaan olahraga tradisional,
seperti belogoh, gasing, menyumpit, hingga lomba berap ketinting.
Kegiatan ini tidak hanya
menjadi hiburan rakyat, tetapi juga media kampanye lingkungan hidup.
Salah satu agenda paling
menarik adalah Lomba Berap Ketinting yang berlangsung di perairan Sungai
Mahakam.
Melalui kegiatan ini,
pemerintah desa menyampaikan pesan edukatif tentang pentingnya menjaga
ekosistem sungai, termasuk larangan menyetrum ikan dan membuang sampah
sembarangan.
“Kita ingin pesan tentang
pentingnya menjaga sungai bisa tersampaikan langsung lewat kegiatan masyarakat.
Apalagi kelompok nelayan tradisional juga ikut aktif mendukung dan memberikan
contoh di lapangan,” jelas Rijali.
Selain fokus pada budaya
dan lingkungan, Pemdes juga menggali potensi sejarah lokal. Salah satunya
melalui pelestarian tugu bersejarah bekas lokasi pengibaran bendera
kemerdekaan, yang sebagian berada di wilayah Desa Loh Sumber.
Menurut Rijali, upaya
tersebut penting agar generasi muda mengenal dan menghargai sejarah perjuangan
lokal.
“Melestarikan budaya dan
sejarah adalah tanggung jawab kita sebagai generasi penerus,” tegasnya.
Berbagai inisiatif itu,
kata Rijali, menunjukkan bahwa pembangunan di Loa Kulu Kota tidak hanya
berfokus pada infrastruktur.
Tetapi juga
menitikberatkan pada pelestarian nilai-nilai luhur serta keseimbangan antara
manusia dan alam. (Adv/Tan)