Jembatan Sei Jongkang Resmi Dibuka, Wujud Nyata Pembangunan Konektivitas Baru Kukar-Samarinda

img

(Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama jajaran dan warga Desa Jongkang, Loa Kulu/pic:Tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Rampungnya Jembatan Sei Jongkang dan jalur penghubungnya, menjadi bukti pembangunan Kukar kini semakin menunjukkan arah nyata dengan membuka akses, mempercepat konektivitas, dan menumbuhkan ekonomi berbasis wilayah.

Perubahan wajah Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, kini menjadi bukti nyata bagaimana pembangunan yang sempat tertunda puluhan tahun akhirnya terwujud.

Dari kawasan yang dahulu hanya dikenal sebagai jalur kendaraan berat dan penuh lumpur saat hujan, Jongkang kini menjelma menjadi koridor ekonomi baru dengan infrastruktur modern dan jembatan megah yang menghubungkannya langsung ke Kota Samarinda.

Jembatan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri pada Senin (3/11/2025) pagi bersama Sultan Aji Muhammad Arifin dan jajaran pejabat pemerintah daerah.

Acara peresmian yang disambut antusias warga ini menandai babak baru dalam pembangunan kawasan Jongkang yang kini menjadi simpul transportasi penting di wilayah Kukar.

“Jongkang kami siapkan menjadi kawasan strategis baru karena posisinya yang sangat menguntungkan. Jalur ini menjadi pintasan logistik utama yang mampu memangkas waktu tempuh ke Samarinda dan Balikpapan,” ujar Aulia  saat diwawancarai awak media seusai peresmian.

Diketahui bahwa pembangunan jalan poros Jongkang ini telah dimulai sejak 2021 pada masa kepemimpinan Edi Damansyah dan Rendi Solihin.

Kini, jalur sepanjang 10 kilometer tersebut sudah rampung dengan kondisi yang jauh lebih representatif bersemen penuh, dilengkapi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), dan dua jalur kendaraan.

Sehingga, waktu perjalanan dari Tenggarong menuju Samarinda kini hanya sekitar 30 menit, jauh lebih efisien dibanding sebelumnya yang mencapai satu jam.

Aulia juga menambahkan, keberadaan jalan dan jembatan ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat.

“Kita akan lanjutkan pembangunan hingga menghubungkan kawasan Jembatan Mahulu di Loa Buah. Tujuannya agar manfaat infrastruktur ini semakin luas dan berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono menyebutkan bahwa proyek ini menelan anggaran sebesar Rp14,9 miliar dengan jembatan yang kini memiliki dua jalur permanen. Sebelumnya, selama 13 tahun, masyarakat hanya mengandalkan jembatan darurat (bailey).

“Peningkatan infrastruktur ini adalah bagian dari komitmen Pemkab Kukar untuk membuka isolasi daerah. Sekarang warga sudah mulai mengembangkan lahan mereka di sekitar jalur ini, dan dalam waktu dekat akan muncul pusat-pusat ekonomi baru,” pungkas Wiyono. (Adv/Tan)