Bappeda Kukar Fokuskan Pembangunan Kewilayahan Lewat Zona Tematik dalam RPJPD 2025–2045

img

Plt Kepala Bappeda Kukar, Sy Vanesa Vilna

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan arah pembangunan daerah ke depan akan difokuskan melalui pendekatan kewilayahan yang lebih terintegrasi.

Strategi ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kukar 2025–2045, dengan pembagian zona tematik yang meliputi wilayah utara, timur, dan selatan.

Plt Kepala Bappeda Kukar Sy Vanesa Vilna  menjelaskan, pembagian zona tematik ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi unggulan masing-masing kawasan.

Setiap wilayah akan diarahkan sesuai karakteristik sumber daya alam, sosial ekonomi, dan daya dukung lingkungannya. Agar pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Pendekatan kewilayahan ini merupakan bentuk konkret penerapan prinsip pembangunan berbasis potensi lokal. Zona utara, timur, dan selatan memiliki kekuatan yang berbeda-beda, sehingga perlu strategi yang disesuaikan agar tidak terjadi ketimpangan antarwilayah,” jelas Sy Vanesa Vilna pada Poskotakaltim, di Tenggarong, belum lama ini.

 Ia menambahkan, Kabupten Kukar memiliki sejumlah potensi diantaranya, pertanian, perikanan, perkebunan hingga pariwisata. Potensi itu harus dikelola maksimal, agar terwujudnya masyarakat yang sejahtera.

Bappeda Kukar menilai pembagian zona tematik ini juga menjadi dasar dalam penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) nantinya.

Dengan kerangka yang jelas sejak dini, pemerintah daerah dapat mengarahkan investasi dan program pembangunan sesuai prioritas wilayah.

“RPJPD 2025–2045 menjadi panduan strategis untuk mewujudkan Kutai Kartanegara yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. Melalui pembagian zona tematik, kami berharap pembangunan ke depan lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah,” ungkapnya.

Ke depan, Bappeda Kukar akan memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah serta stakeholder terkait agar implementasi pembangunan kewilayahan ini berjalan selaras. Pemerintah juga berkomitmen memastikan pemerataan hasil pembangunan, sehingga seluruh kawasan di Kukar dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. (Adv/riz)