Janji Politik Aulia–Rendi, Program “Terima Kaseh Guru Ngajiku” Siap Bergulir Bertahap Mulai 2026
(Kabag Kesra Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Salah satu janji politik pasangan Bupati dan Wakil
Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah–Rendi Solihin (Aulia–Rendi), segera
diwujudkan.
Program “Terima Kaseh Guru
Ngajiku”, yang menjadi bagian dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik,
dipastikan mulai bergulir secara bertahap pada tahun 2026.
Program ini dirancang
sebagai bentuk penghargaan kepada para guru ngaji, imam masjid, marbot, dan
tokoh agama Islam yang selama ini berperan penting dalam menjaga kehidupan
beragama dan membina moral masyarakat di tingkat akar rumput.
Melalui program ini,
Pemkab Kukar akan memberikan kesempatan umrah gratis bagi para pengabdi
keagamaan tersebut.
Kepala Bagian
Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan,
Pemkab saat ini tengah menyiapkan dasar hukum pelaksanaan program dengan
menyusun Peraturan Bupati (Perbup).
“Setelah Perda RPJMD
disahkan, baru kita bahas bersama tim teknis mengenai petunjuk pelaksanaan dan
petunjuk teknis, termasuk mekanisme dan kriteria penerima manfaatnya,” ujarnya,
Rabu (12/11/2025).
Dendy menjelaskan,
mekanisme pendataan calon penerima manfaat akan mengacu pada data resmi dari
Kementerian Agama (Kemenag) agar penyaluran program tepat sasaran.
“Pendataan bisa mengacu
pada data Kementerian Agama, dengan syarat peserta memiliki izin resmi dan
beridentitas sebagai warga Kukar,” jelasnya.
Ia menegaskan, “Terima
Kaseh Guru Ngajiku” bukan sekadar bentuk penghargaan simbolis, melainkan janji
politik yang menjadi komitmen nyata Pemkab Kukar untuk mengapresiasi pengabdian
tokoh agama yang selama ini bekerja dalam diam namun memberi dampak besar bagi
pembangunan spiritual masyarakat.
“Insyaallah pelaksanaannya
dimulai pada tahun 2026,” kata Dendy.
Program ini diharapkan
tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga pemantik semangat baru
bagi para guru ngaji dan pengurus masjid di seluruh kecamatan.
“Kami ingin menghadirkan
penghargaan yang bukan hanya bersifat materi, tapi juga bernilai spiritual.
Mereka layak mendapatkan kesempatan ini karena telah berjuang membangun
karakter dan ketakwaan umat,” tutup Dendy. (Adv/Tan)