Wujudkan Sumber Daya Manusia Tangguh, Pemkab Kukar Lakukan Kajian Penguatan Pertanian Hingga Perikanan
Kabid Ekonomi dan SDA Bappeda Kukar Bagus Eko Sampurno (riz/poskotakaltim)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah melakukan kajian mendalam terkait penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Kajian ini menjadi langkah
awal dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
periode mendatang, sekaligus memastikan arah pembangunan sesuai kebutuhan
masyarakat di lapangan. Program ini juga diproyeksikan menjadi fondasi
pelaksanaan program dedikasi Bupati Kukar.
Plt Kepala Bappeda Sy. Vanesa
Vilna melalui Kabid Ekonomi dan SDA Bappeda Kukar, Bagus Eko Sampurno
mengatakan, kajian tersebut berfokus pada pembentukan petani, peternak, dan
nelayan tangguh yang mampu beradaptasi dengan tantangan perubahan zaman, mulai
dari teknologi hingga kondisi iklim.
Menurutnya, kekuatan
sektor pangan harus dibangun secara sistematis dan terukur agar Kukar memiliki
ketahanan ekonomi daerah yang kokoh.
Ia menjelaskan, salah satu
fokus kajian adalah melihat kondisi riil petani, peternak, dan nelayan di berbagai
kecamatan. Data-data ini menjadi dasar penyusunan program jangka menengah yang
tidak hanya bersifat pembangunan fisik, tapi juga penguatan kapasitas sumber
daya manusia serta kelembagaan.
“Kami ingin memastikan
setiap kebijakan nantinya berbasis data dan kebutuhan riil,” jelas Bagus Eko
Sampurno pada Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya belum lama ini.
Selain itu, kajian ini
juga mengidentifikasi masalah-masalah klasik yang selama ini membayangi sektor
pangan, seperti keterbatasan sarana prasarana, fluktuasi harga komoditas,
kesulitan akses modal, dan lemahnya jaringan pemasaran.
Pihaknya ingin memastikan
bahwa program RPJMD, mampu menjawab permasalahan tersebut secara konkret dan
berkelanjutan.
Ia menegaskan, dalam
pelaksanaan program dedikasi Bupati yang berkaitan dengan petani, peternak, dan
nelayan tangguh, diperlukan koordinasi yang solid antar-organisasi perangkat
daerah (OPD).
Pihaknya menyebut, OPD
teknis seperti Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan,
serta Dinas Perdagangan, perlu menyusun langkah terpadu dan saling mendukung.
OPD terkait juga diminta
untuk memperkuat aspek peningkatan kapasitas pelaku sektor pangan melalui
pelatihan, pendampingan, dan integrasi teknologi.
“Tangguh itu tidak hanya
dari sisi produksi, tapi juga kemampuan beradaptasi, memahami pasar, hingga
memanfaatkan teknologi,” tambah Bagus.
Sehingga para pelaku
sektor pangan dapat meningkatkan daya saing mereka.
Dalam hal ini, sejumlah
OPD terkait harus mampu merancang program yang tidak tumpang tindih dan
memiliki indikator capaian yang jelas.
Sinergi antar sektor
merupakan kunci untuk memastikan keberhasilan program dedikasi Bupati, yang
ingin menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu fokus utama pembangunan
Kukar ke depan.
Bappeda memastikan kajian
ini akan selesai Desember 2025 sebagai dasar penetapan RPJMD. Setelah kajian
rampung, seluruh rekomendasi akan diserahkan kepada kepala daerah sebagai
pedoman kebijakan pembangunan selama lima tahun.
Hal ini diharapkan mampu
memberikan arah pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Melalui
kajian ini Kukar dapat membangun ekosistem sektor pangan yang lebih modern,
mandiri, dan berdaya saing.
“Jika petani, peternak,
dan nelayan kita kuat, maka ketahanan ekonomi daerah akan semakin kokoh. Itu
yang ingin kita wujudkan dalam RPJMD mendatang,” pungkasnya. (Adv/riz)