TPI Tanjung Batu Bangkit: Dari Pelabuhan Ikan ke Sumber PAD Andalan Berau

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu di Kecamatan Pulau Derawan kini memasuki babak baru. Setelah resmi diserahkan pengelolaannya, TPI ini diproyeksikan menjadi salah satu mesin penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau sekaligus pusat aktivitas ekonomi nelayan pesisir.

 

Penyerahan pengelolaan TPI tersebut mendapat tanggapan langsung dari Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, yang didampingi Frederik Sibulo selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT TPI Sambaliung. Hal itu disampaikan Frederik saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

 

Frederik mengungkapkan, dirinya ditugaskan untuk menjalankan fungsi pengelolaan karena sebelumnya terjadi kekosongan pengelola di TPI Tanjung Batu. Sejak Oktober 2025, UPT TPI Sambaliung mulai mengambil peran aktif, dengan tetap berlandaskan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2003.

 

“Potensi TPI Tanjung Batu ini besar. Beberapa fasilitas yang ada sudah dimanfaatkan dan disewakan kepada nelayan, seperti peti ikan dan sarana pendukung lainnya,” kata Frederik.

 

Potensi tersebut terbukti dari capaian PAD tahun 2025. Dari target Rp20 juta, realisasi pendapatan justru melonjak hingga Rp54 juta atau mencapai 115 persen.

 

“Ini menunjukkan bahwa kalau dikelola dengan serius, TPI bisa menjadi sumber PAD yang sangat menjanjikan,” ujarnya.

 

Meski demikian, Frederik menegaskan bahwa pengelolaan TPI Tanjung Batu tidak bisa berjalan sendiri. Mengingat kewenangan berada di bawah pemerintah provinsi, diperlukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah Kabupaten dan Provinsi, khususnya terkait pengelolaan dan pembagian PAD.

 

Dalam skema yang disepakati, Kabupaten Berau memperoleh porsi 70 persen, sementara 30 persen menjadi hak provinsi. Mekanismenya, seluruh pendapatan terlebih dahulu masuk ke kas daerah sebelum dibagi hasilkan.

 

“PAD masuk dulu ke daerah. Setelah itu, bagian provinsi kita salurkan sesuai aturan,” jelas Frederik.

 

Ia menambahkan, fasilitas permanen seperti lahan dan bangunan tetap menjadi bagian kerja sama dengan Provinsi. Sementara fasilitas yang bersifat mobile, seperti cold box dan timbangan, dikelola sepenuhnya oleh pihak kabupaten.

 

Di balik capaian positif tersebut, Frederik tidak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan. Hingga kini, TPI Tanjung Batu belum memiliki fasilitas vital seperti pabrik es, SPDN (Stasiun Pengisian Diesel Nelayan), serta fasilitas pengolahan hasil perikanan.

 

“Padahal ini adalah magnet utama TPI. Kalau fasilitas itu lengkap, nelayan pasti berkumpul di sini. Aktivitas meningkat, ekonomi bergerak, PAD pun ikut naik,” ungkapnya.

 

Sebagai langkah ke depan, UPT TPI Sambaliung merancang penambahan fasilitas pendukung, termasuk pembangunan lantai jemur ikan. Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan investor untuk membangun pabrik es melalui skema bagi hasil.

 

“Kita siapkan lahannya, investor membangun. Nelayan terbantu, daerah juga mendapat pemasukan,” tambah Frederik.

 

Dengan pengelolaan yang semakin tertata, TPI Tanjung Batu diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi hasil laut, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi pesisir yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat PAD Kabupaten Berau secara berkelanjutan. (sep/FN)