Direktur Teknik PTMB: Air Jernih Belum Tentu Aman, Ini Penjelasannya
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Direktur Teknik PTMB Balikpapan, M. Kohirudin, mengingatkan masyarakat agar memahami perbedaan antara istilah “air bersih” dan “air aman” dalam layanan air minum perpipaan di Kota Balikpapan, Balikpapan.
Menurutnya, masih
banyak warga yang menyamakan kedua istilah tersebut, padahal memiliki makna
yang berbeda dari sisi kualitas dan standar kesehatan.
“Selama ini
masyarakat sering mendengar istilah air bersih dan air aman. Air bersih itu
terlihat jernih dan tidak berbau. Tetapi air aman adalah air yang sudah melalui
proses pengolahan dan pengujian sesuai standar kesehatan,” ujar Kohirudin,
Kamis (5/3/2026). .
Ia menegaskan,
sebelum air didistribusikan ke rumah pelanggan, PTMB memastikan seluruh proses
pengolahan dilakukan secara bertahap dan terkontrol. Mulai dari tahap
penyaringan awal, pengendapan, filtrasi, hingga proses desinfeksi untuk
memastikan air terbebas dari kandungan berbahaya.
“Perlu kami
sampaikan, sebelum air masuk ke pipa distribusi, air tersebut sudah melalui
tahapan pengolahan. Ada proses penyaringan, pengendapan, filtrasi sampai
desinfeksi. Semua dilakukan sesuai prosedur dan standar yang berlaku,”
jelasnya.
Namun demikian,
Koirudin mengakui dalam kondisi tertentu air yang sampai ke rumah pelanggan
bisa saja terlihat keruh atau berbau. Hal itu umumnya bukan disebabkan oleh
kualitas air di instalasi pengolahan, melainkan faktor teknis di jaringan
distribusi.
“Jika di rumah
pelanggan air terlihat keruh dan berbau, biasanya itu terjadi karena adanya
endapan di pipa, gangguan teknis pada jaringan, pekerjaan perbaikan pipa, atau
perubahan aliran air,” terangnya.
Ia menyarankan
pelanggan untuk terlebih dahulu mengalirkan air beberapa saat hingga kembali
jernih. Langkah sederhana tersebut biasanya cukup efektif untuk membersihkan
endapan yang terbawa aliran.
“Yang bisa dilakukan
pelanggan adalah mengalirkan air sampai jernih. Biasanya setelah beberapa waktu
akan normal kembali,” katanya.
Meski begitu, PTMB
tetap membuka ruang pengaduan jika kondisi tersebut berlangsung lebih lama dari
yang seharusnya.
“Kalau kondisi itu
berlangsung lebih dari satu hari, pelanggan jangan ragu untuk melapor ke call
center PTMB Balikpapan. Kami siap menindaklanjuti,” tegasnya.
Koirudin menambahkan, bagi PTMB, pelayanan air minum bukan sekadar memastikan air mengalir ke rumah warga, tetapi juga memastikan kualitasnya aman bagi kesehatan.
“Bagi kami, air bukan
sekadar mengalir. Ini tentang menjaga kesehatan warga Kota Balikpapan,”
pungkasnya. (mid)