Peringatan Nuzulul Qur’an di Balikpapan, Rahmad Mas’ud Minta Warga Tidak Panic Buying
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN: Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying terhadap bahan bakar minyak (BBM) maupun kebutuhan pokok di tengah dinamika situasi geopolitik global.
Imbauan tersebut disampaikan Rahmad Mas’ud saat menghadiri Safari Ramadan Pemerintah Kota Balikpapan dalam rangka peringatan malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center, Jumat (6/3/2026).
Menurut Rahmad, momentum malam Nuzulul Qur’an
bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan kesempatan bagi umat Islam
untuk memperkuat keimanan serta mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Pada malam yang mulia ini, malam
diturunkannya Alquran di bulan Ramadan, kita dapat berkumpul bersama dalam
keadaan sehat walafiat. Salam dan selawat semoga selalu tercurah kepada
junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam beserta keluarga dan
para sahabatnya,” ujarnya.
Imbauan Hindari Panic Buying dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga mengingatkan warga agar tidak panik dalam menyikapi berbagai informasi terkait pasokan energi maupun kebutuhan pokok.
Ia menegaskan pemerintah telah menjamin
ketersediaan BBM bagi masyarakat sehingga tidak perlu ada kekhawatiran
berlebihan.
“Jangan timbun sembako, jangan panik antre BBM
sampai membeli berlebihan,” tegas Rahmad.
Menurutnya, kepanikan masyarakat justru dapat
memicu habisnya stok lebih cepat, padahal pasokan sebenarnya telah disiapkan
untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu tertentu.
Karena itu, Rahmad meminta warga tetap tenang
dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama yang belum
tentu kebenarannya.
Doa untuk Perdamaian Dunia
Dalam suasana Ramadan yang penuh hikmah,
Rahmad juga mengajak masyarakat untuk mendoakan perdamaian dunia di tengah
berbagai konflik yang terjadi di sejumlah wilayah.
Menurutnya, situasi global saat ini harus
menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian
sosial.
“Semoga dunia selalu dalam keadaan damai dan
masyarakat kita tetap dalam kondisi aman,” katanya.
Peringatan Nuzulul Qur’an di Balikpapan
tersebut juga menghadirkan penceramah dari Medan, Anugrah Cahyadi yang akrab
disapa Ustaz Ucay.
Dalam ceramahnya, Ustaz Ucay menekankan
pentingnya menghormati guru, orang tua, serta para ulama sebagai bagian dari
nilai utama dalam kehidupan umat Islam.
Ia mengingatkan bahwa keberkahan ilmu dan
kehidupan tidak terlepas dari sikap hormat kepada mereka yang telah memberikan
bimbingan.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan
Balikpapan Islamic Center itu diikuti ratusan jamaah dari berbagai wilayah di
Kota Balikpapan.
Momentum peringatan Nuzulul Qur’an tersebut
menjadi ajang memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat solidaritas
masyarakat di tengah dinamika situasi global yang terus berkembang.(mid)