Matangkan Arah Pembangunan 2027, Pemkab Berau Sinkronkan Program Lintas Perangkat Daerah
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai mematangkan arah pembangunan daerah untuk tahun 2027. Melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), Pemkab Berau menggelar Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Tahun 2026 sebagai langkah menyelaraskan program pembangunan antar instansi.
Forum tersebut berlangsung
selama dua hari, 10–11 Maret 2026, di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang Berau,
Jalan Apt Pranoto, Tanjung Redeb, Selasa (10/3/2026). Sebanyak 150 peserta hadir dalam kegiatan ini. Terdiri
dari Kepala perangkat daerah beserta jajaran, perwakilan bidang terkait,
delegasi dari 13 Kecamatan, serta
perwakilan dari PLN UP3 Berau dan
Perumda Batiwakkal.
Kepala Bapelitbang Berau,
Endah Ernany, menjelaskan forum ini menjadi wadah penting untuk menyinkronkan
pelaksanaan urusan pemerintahan daerah sekaligus merumuskan dokumen perencanaan
pembangunan yang sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah.
“Adapun keberadaan Forum ini
dilaksanakan untuk membahas rancangan Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah
dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Menurut Endah, melalui forum
ini berbagai masukan akan dihimpun untuk mempertajam target kinerja,
pelaksanaan program dan kegiatan, penentuan lokasi, hingga kelompok sasaran
dalam rancangan Renja Kabupaten Berau tahun 2027.
Selain itu, forum ini juga
menjadi momentum untuk menyelaraskan program perangkat daerah dengan usulan
hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan
(Musrenbang) kecamatan. Dengan demikian, program pembangunan yang disusun di
tingkat kabupaten tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah
kecamatan.
Di sisi lain, Sekretaris
Daerah (Sekda) Berau, Muhammadiyah Said, menegaskan bahwa forum perangkat
daerah merupakan tahapan strategis dalam siklus perencanaan pembangunan daerah.
Ia menyebut forum ini sebagai ruang konsolidasi sekaligus harmonisasi program
dan kegiatan antar perangkat daerah agar pembangunan tidak berjalan secara
sektoral.
“Forum ini menjadi instrumen
penting untuk memastikan perencanaan pembangunan tidak parsial, tetapi
terintegrasi dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Muhammadiyah Said juga
menilai forum tersebut menjadi sarana untuk menguji konsistensi antara
prioritas pembangunan daerah, sasaran strategis dalam dokumen perencanaan
jangka menengah, hingga rencana kerja tahunan perangkat daerah. Karena itu, ia
berharap seluruh peserta dapat aktif memberikan masukan yang konstruktif demi
menghasilkan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Keberhasilan forum ini sangat bergantung pada komitmen bersama untuk menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan sektoral,” ujarnya.
Ia pun berharap dari forum
ini lahir rumusan program dan kegiatan yang berkualitas, realistis, dan
berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat tata
kelola pemerintahan yang lebih baik di Kabupaten Berau. (sep/FN)