RSUD Baru Berau Rampung 100 Persen, Masih Perlu Dilengkapi Untuk Optimalnya Pelayanan
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kendatipun pembangunan fisik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baru di Kabupaten Berau telah mencapai 100 persen. Namun kondisi itu belum otomatis berarti siap digunakan, serangkaian evaluasi di lapangan justru mengungkap bahwa masih ada sejumlah detail penting yang harus dibenahi sebelum rumah sakit ini benar-benar melayani masyarakat.
Kabid Bina Konstruksi
DPUPR Berau, Anang Wahananto, menjelaskan bahwa evaluasi yang dilakukan saat
ini merupakan bagian krusial dari proses akhir pembangunan. Di tahap inilah
kualitas sebuah fasilitas kesehatan diuji. Bukan lagi soal berdirinya bangunan,
melainkan bagaimana setiap ruang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi
pasien.
“Ini bukan sekadar
formalitas. Kita ingin memastikan ketika dibuka nanti, masyarakat benar-benar
merasakan kenyamanan dan keamanan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Salah satu temuan
yang cukup menyita perhatian adalah kondisi ruang tunggu Poliklinik. Dalam
peninjauan bersama Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, area tersebut dinilai belum
sepenuhnya nyaman, terutama pada pagi hari.
Posisi bangunan yang
menghadap ke arah timur membuat sinar matahari langsung masuk ke ruang tunggu.
Dampaknya, suhu ruangan meningkat dan berpotensi mengganggu kenyamanan pasien
yang sedang menunggu layanan. Masalah ini mungkin terdengar sederhana, namun
dalam konteks pelayanan kesehatan, kenyamanan ruang tunggu menjadi hal yang
sangat penting. Pasien yang datang sering kali berada dalam kondisi tidak
prima, sehingga lingkungan yang panas dapat memperburuk pengalaman mereka.
Untuk mengatasi hal
tersebut, solusi teknis pun disiapkan. DPUPR akan memasang lapisan stiker
khusus pada kaca untuk meredam paparan sinar matahari langsung tanpa mengurangi
pencahayaan alami.
“Nanti akan kita
rekayasa menggunakan stiker pada kaca, supaya panasnya bisa dikurangi,” jelas
Anang.
Selain itu, perhatian
juga tertuju pada temuan retakan di area parkir yang sempat menimbulkan
kekhawatiran. Namun, penjelasan teknis dari pihak DPUPR memberikan gambaran
yang lebih menenangkan. Menurut Anang, retakan tersebut merupakan fenomena
alami yang disebut settlement atau penurunan tanah—hal yang umum terjadi
pada bangunan baru, terutama di atas lahan yang masih dalam proses penyesuaian.
“Itu wajar pada
konstruksi baru. Tanahnya masih beradaptasi,” katanya.
Ia memastikan bahwa
retakan tersebut tidak berada pada struktur utama bangunan, melainkan hanya
pada area luar atau landscape. “Tidak ada pengaruh ke struktur utama. Jadi
secara keamanan bangunan tetap aman,” tegasnya.
Di sisi lain,
pekerjaan penyempurnaan juga masih terus dilakukan, terutama pada area luar
gedung. Salah satu fokus utama adalah pembangunan dan penguatan dinding penahan
tanah di beberapa titik yang dinilai rawan, sebagai langkah antisipasi terhadap
potensi longsor. Meski pekerjaan luar ruangan masih berjalan, secara
keseluruhan proyek pembangunan telah memasuki tahap akhir. Tanggung jawab
terhadap fasilitas ini pun mulai beralih dari konstruksi ke operasional.
“Tahun ini fisik
sudah selesai dan kami serahkan ke Dinas Kesehatan untuk operasionalnya. Kami
dari DPUPR fokus di penyelesaian sisi luar,” ujar Anang.
Kehadiran RSUD baru
ini diharapkan menjadi solusi atas meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di
Berau. Selama ini, RSUD Abdul Rivai menjadi fasilitas utama yang kerap
menghadapi lonjakan pasien.
Dengan tambahan rumah
sakit baru, beban layanan diharapkan dapat terbagi, sehingga masyarakat
memperoleh pelayanan yang lebih cepat, layak, dan manusiawi. Namun, satu hal
yang kini menjadi perhatian utama adalah memastikan bahwa rumah sakit ini tidak
hanya siap secara fisik, tetapi juga siap secara fungsi. Detail-detail kecil
seperti suhu ruang tunggu, kualitas fasilitas pendukung, hingga kondisi area
parkir menjadi indikator penting dalam menilai kesiapan tersebut.
Sebab pada akhirnya,
rumah sakit bukan sekadar bangunan megah. Ia adalah tempat di mana masyarakat
datang dengan harapan untuk sembuh dan setiap detail, sekecil apa pun, berperan
dalam mewujudkan harapan itu. Kini, RSUD baru Berau berada di fase penentuan.
Jika seluruh penyempurnaan berjalan sesuai rencana, bukan hanya gedung baru
yang akan diresmikan, tetapi juga standar baru pelayanan kesehatan di Kabupaten
Berau. (sep/FN)