Ditarget 21 Mei RSUD Baru Dioperasikan, Dewan Ingatkan Jangan Sampai Kesiapan Layanan Belum Matang
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Ditarget akan resmi dioperasikannya pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baru di Tanjung Redeb, DPRD Berau mengingatkan agar jangan sampai kesiapan layanan belum matang.
Ketua Komisi I DPRD
Berau, Elita Herlina, menjadi salah satu pihak yang paling sering mengingatkan
Pemkab Berau agar tidak terjebak pada
euforia peresmian semata. Baginya, rumah sakit bukan hanya soal bangunan megah,
tetapi menyangkut kesiapan menyeluruh yang berdampak langsung pada keselamatan
masyarakat.
“Kami ingatkan Jangan sampai kita hanya mengejar tanggal peresmian, tapi melupakan kesiapan di lapangan. Ini menyangkut nyawa manusia, jadi tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Menurut Elita, DPRD
ingin memastikan bahwa seluruh aspek dasar telah terpenuhi sebelum RSUD
benar-benar dibuka untuk umum. Mulai dari kelengkapan sarana dan prasarana,
kesiapan tenaga medis, hingga sistem pelayanan yang terintegrasi.
Ia menegaskan,
keberadaan alat kesehatan yang lengkap saja tidak cukup tanpa didukung tenaga
medis yang memadai dan kompeten. Begitu pula sebaliknya, tenaga medis yang siap
tidak akan optimal jika fasilitas belum menunjang.
“Kami ingin mendapat
gambaran yang jelas, apakah semua sudah benar-benar siap. Jangan sampai nanti
masyarakat datang dengan harapan mendapat layanan, tapi justru kecewa,”
katanya.
Selain kesiapan
teknis, DPRD juga menyoroti aspek legalitas yang dinilai tak kalah penting.
Hingga kini, kejelasan mengenai tipe atau klasifikasi rumah sakit masih menjadi
tanda tanya. Padahal, hal tersebut akan menentukan standar pelayanan yang bisa
diberikan kepada masyarakat.
“Status tipe rumah
sakit ini harus jelas. Karena dari situ kita bisa tahu layanan apa saja yang
bisa diberikan. Kalau belum jelas, tentu ini menjadi masalah,” tegasnya.
Persoalan perizinan
juga menjadi perhatian serius. Elita mengingatkan agar seluruh administrasi
diselesaikan sebelum operasional dimulai, guna menghindari potensi kendala di
kemudian hari.
“Jangan sampai sudah
dibuka, ternyata izinnya belum lengkap. Ini bisa berdampak panjang, bukan hanya
bagi manajemen, tapi juga masyarakat,” tambahnya.
Namun dari seluruh
catatan yang disampaikan, satu isu yang paling mendapat sorotan adalah kerja
sama dengan BPJS Kesehatan. DPRD menilai, hal ini merupakan kunci utama agar
layanan RSUD benar-benar bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,
khususnya mereka yang bergantung pada jaminan kesehatan nasional.
Elita secara tegas
mengingatkan agar kerja sama tersebut sudah rampung sebelum rumah sakit mulai
beroperasi. Ia tidak ingin mendengar adanya pasien yang datang berobat namun
harus pulang karena terkendala administrasi.
“Ini yang paling
krusial. Jangan sampai pasien BPJS datang, tapi tidak bisa dilayani. Rumah
sakit itu harus hadir untuk semua, bukan hanya untuk yang mampu,” ujarnya.
Lebih jauh, ia
berharap kehadiran RSUD baru ini mampu menjadi jawaban atas berbagai persoalan
klasik layanan kesehatan di Kabupaten Berau. Selama ini, keluhan seperti
antrean panjang, keterbatasan ruang perawatan, hingga minimnya fasilitas masih
kerap terdengar dari masyarakat. Dengan adanya tambahan rumah sakit, diharapkan
beban layanan dapat terbagi, sehingga kualitas pelayanan menjadi lebih baik dan
merata.
“Harusnya ini jadi
solusi, bukan malah menambah persoalan baru. Kita ingin masyarakat benar-benar
merasakan manfaatnya,” katanya.
Elita juga menekankan
pentingnya sinergi antara RSUD baru dengan fasilitas kesehatan yang sudah ada
sebelumnya. Menurutnya, koordinasi yang baik akan menentukan efektivitas sistem
pelayanan secara keseluruhan.
“Jangan berjalan
sendiri-sendiri. Semua harus terintegrasi, supaya pelayanan ke masyarakat bisa
maksimal,” jelasnya.
Seiring waktu yang
terus berjalan menuju target operasional, DPRD Berau menegaskan komitmennya
untuk terus mengawal proses persiapan RSUD tersebut. Mereka ingin memastikan
bahwa ketika pintu rumah sakit resmi dibuka, yang hadir bukan sekadar bangunan
baru, tetapi layanan kesehatan yang benar-benar siap, profesional, dan berpihak
pada masyarakat.
“Intinya sederhana,
kita tidak ingin masyarakat menjadi korban dari ketidaksiapan. Kalau memang
belum siap, lebih baik ditunda daripada dipaksakan,” pungkas Elita.
Dengan sorotan yang
kian tajam, kini publik menanti akankah RSUD baru Tanjung Redeb benar-benar
siap melayani, atau justru menjadi catatan baru tentang proyek yang
terburu-buru diresmikan. (sep/FN/Advertorial)