Milad ke-50 PPKP Ribathul Khail Tenggarong, Mengabdi untuk Pendidikan Islam
Prosesi pengecoran Cakar Ayam pembangunan Asrama Putra 18 kamar sebagai bagian dari momentum Milad.
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pondok Pesantren PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong memperingati Milad ke-50 tahun (1976–2026) sebagai momentum refleksi sejarah, penguatan komitmen, dan kebangkitan lembaga menuju pesantren yang unggul dan berdaya saing.
Rangkaian kegiatan diawali
dengan apel resmi yang dilaksanakan oleh Yayasan PPKP Ribathul Khail Timbau
Tenggarong di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan H. Achdar Rifai dan Sekretaris
H. Husni Thamrin, Sabtu (9/6/2026). Dalam apel tersebut dilakukan pembacaan sejarah berdirinya
pesantren oleh Ketua Yayasan, sementara pembina upacara adalah Kepala
Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dalam pembacaan sejarah
disampaikan bahwa pesantren ini didirikan pada tahun 1976 oleh Drs. H. Achmad
Dahlan, Bupati Kabupaten Kutai saat itu, sebagai wujud komitmen menghadirkan
pendidikan Islam yang terstruktur dan berorientasi masa depan.
Sebagai bagian dari momentum Milad yang dilaksanakan pada waktu berbeda, dilakukan pengecoran Cakar Ayam pembangunan Asrama Putra 18 kamar dengan total anggaran Rp2,2 miliar.
Prosesi pengecoran dilakukan oleh Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara dr. Aulia
Rachman Basri, Ketua DPRD Kukar H. Ahmad Yani, serta para undangan. Pembangunan
ini menjadi simbol kesinambungan perjuangan dari generasi pendiri hingga
generasi hari ini.
Ketua Panitia Milad, Wahidatuzzakiah, menegaskan bahwa peringatan 50 tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang silaturahmi, doa bersama (haul), serta dialog kepesantrenan sebagai ruang gagasan dan konsolidasi alumni. Dialog menghadirkan Ust. Nasrun Basri, M.Pd.I dari Ponpes Darul Ihsan Samarinda, Muhammad Idham (Anggota DPRD Kukar sekaligus alumni), serta Selamat Said Sanib, M.Sos — alumni MTs tahun 1985, Public Speaker, Trainer, Penulis dan Penyair.
Sementara Selamat Said Sanib yang
juga Ketua Komisi Infokomdigi MUI Kalimantan Timur, akrab disapa Bang Said,
menegaskan bahwa reputasi lembaga tidak lahir dari klaim, melainkan dari rekam
jejak sejarah, karya, dan kontribusi nyata para alumninya. “Branding pesantren
harus dibangun melalui dokumentasi yang kuat dan narasi sejarah yang
terstruktur agar keberadaan pesantren semakin diakui publik,” tegasnya.
Rangkaian Milad juga dimeriahkan dengan penampilan seni Siti Rahmadaniah dan Gasto dari Kuarsa Mahakam yang membawakan karya “Aku Sebutir Hujan”, menghadirkan suasana reflektif dan menyentuh.
Apel Milad 50 Tahun dengan pembacaan sejarah pesantren oleh Ketua Yayasan dan pembina upacara Kepala Kemenag Kukar.
Sebagai bagian dari Milad
ke-50, dilakukan pula penyusunan buku “Kiprah dan Harapan 50 Tokoh Alumni” yang
mendokumentasikan kontribusi alumni di berbagai bidang: pemerintahan, politik,
pendidikan, dakwah, ekonomi, tokoh perempuan, aparat penegak hukum, TNI/Polri,
akademisi, seniman, hingga pengabdian sosial. Tim penyusunan terdiri dari
Selamat Said Sanib, Misran, Yati Sukri, Hj. Monawwarah, Yakson, dan Sarifuddin.
Puncak peringatan Milad 50 Tahun PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong akan dilaksanakan pada 10 Mei 2026 di lingkungan pesantren.(pk)