Jalur Kereta Api Lintas Kalimantan dan Harapan Besar Berau

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Di tengah geliat pembangunan infrastruktur nasional, rencana pembangunan jaringan kereta api lintas Kalimantan mendapat perhaian Wakil Rakyat Bumi Batiwakkal. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi mengatakan proyek ini bukan sekadar menghadirkan moda transportasi baru, melainkan membuka jalur strategis yang berpotensi mengubah wajah perekonomian daerah secara menyeluruh.

 

 “Bila Kalimantan terhubung dengan kereta api, tentu ini akan sangat membantu. Pergerakan orang dan barang akan jauh lebih cepat dan efisien,” ujarnya baru-baru ini dikantor Dewan Jalan Gatot Subroto Kelurahan Sei Bedungun.

 

Apalagi tambahnya, selama ini Kalimantan masih menghadapi tantangan klasik dalam hal konektivitas. Luasnya wilayah tidak selalu sebanding dengan kemudahan akses, terutama dalam distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

 

Apalagi ketergantungan pada jalur darat dan laut sering kali membuat waktu tempuh menjadi panjang dan biaya logistik membengkak. Kondisi ini, menurutnya, berdampak langsung pada harga barang dan daya saing daerah.

 

“Jujur kami sampaikan apalagi selama ini kita masih menghadapi keterbatasan. Jalur darat punya tantangan sendiri, begitu juga jalur laut yang tidak selalu efisien. Kehadiran kereta api bisa menjadi solusi yang lebih stabil dan terukur,” jelasnya.

 

Lebih dari sekadar alat transportasi, Sumadi melihat kereta api sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru. Jalur rel yang menghubungkan antarwilayah diyakini akan menciptakan pusat-pusat aktivitas ekonomi, membuka peluang usaha, serta mempercepat arus investasi.

 

“Ini bukan hanya soal transportasi. Ini soal membuka akses ekonomi yang lebih luas. Ketika konektivitas terbangun, maka peluang usaha juga ikut terbuka. Dampaknya pasti terasa pada peningkatan pendapatan daerah,” tegasnya.

 

Harapan besar juga disematkan pada pembangunan jalur di Kalimantan Utara. Sumadi menilai wilayah tersebut dapat menjadi pintu awal yang strategis untuk menghubungkan daerah-daerah lain, termasuk Kabupaten Berau.

 

Menurutnya, jika pembangunan di Kalimantan Utara berjalan sesuai rencana, maka perluasan jalur menuju Berau bukan sekadar angan.

 

“Kalau dari Kalimantan Utara sudah terbangun dengan baik, kita optimistis jalurnya bisa diperluas sampai ke Berau. Ini yang kita harapkan bersama,” katanya.

 

Ia menambahkan, keterhubungan tersebut nantinya tidak hanya berdampak pada sektor logistik dan perdagangan, tetapi juga akan memberikan efek domino pada sektor lain yang selama ini memiliki potensi besar, seperti pariwisata. Berau, yang dikenal dengan kekayaan alam dan destinasi unggulannya, dinilai akan semakin berkembang jika didukung akses transportasi yang memadai.

 

“Dengan akses yang lebih mudah dan cepat, tentu wisatawan akan semakin tertarik untuk datang. Ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat, dari pelaku usaha kecil hingga sektor jasa,” ungkapnya.

 

Namun demikian, Sumadi mengingatkan bahwa proyek sebesar ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan berbagai pihak agar rencana tersebut benar-benar terealisasi.

 

Ia berharap, wacana pembangunan kereta api lintas Kalimantan tidak berhenti sebagai rencana di atas kertas, melainkan dapat diwujudkan secara nyata dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

 

“Harapan kita tentu bukan sekadar rencana. Ini harus benar-benar terwujud dan berjalan lancar. Karena manfaatnya akan sangat besar, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga masa depan Kalimantan,” pungkasnya.

 

Dengan segala potensi yang dimiliki, kehadiran kereta api di Pulau Kalimantan kini menjadi simbol harapan baru sebuah langkah menuju konektivitas yang lebih baik, ekonomi yang lebih kuat, dan masa depan daerah yang semakin terbuka. (sep/FN/Advertorial)