Wakil Ketua DPRD Sumadi Nilai Lemahnya Pendataan Usaha Walet Berpotensi Hilangnya PAD
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Bisnis sarang burung walet di Kabupaten Berau selama ini dikenal sebagai salah satu sektor dengan nilai ekonomi tinggi. Bahkan, komoditas ini kerap dijuluki sebagai “emas putih” karena harga jualnya yang mampu menembus jutaan rupiah per kilogram.
Namun di balik
besarnya perputaran uang tersebut, potensi pendapatan daerah dari sektor walet
justru dinilai belum tergarap maksimal. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi,
menilai masih lemahnya sistem pendataan dan pengawasan membuat potensi pajak
walet di Kabupaten Berau berisiko terus bocor.
Menurutnya, hingga
saat ini masih banyak bangunan dan usaha walet yang beroperasi namun belum
tercatat secara menyeluruh sebagai wajib pajak. Kondisi tersebut menyebabkan
pemerintah daerah belum mampu memaksimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah
(PAD) dari sektor yang sebenarnya memiliki potensi besar tersebut.
“Potensinya sangat
besar, tapi belum tergarap maksimal. Masih banyak wajib pajak yang belum
menjalankan kewajibannya. Ini yang harus diperkuat, baik dari sisi pendataan
maupun penagihan,” ujarnya.
Sumadi menegaskan,
upaya meningkatkan PAD tidak harus selalu dilakukan dengan menaikkan tarif
pajak kepada masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya
stabil, pemerintah daerah dinilai lebih bijak jika fokus pada optimalisasi
sektor-sektor yang selama ini belum tertib administrasi.
Ia menilai, sektor
walet bisa menjadi salah satu sumber pemasukan strategis bagi daerah apabila
dikelola dengan sistem yang lebih terstruktur, transparan, dan terintegrasi.
“Jangan
sedikit-sedikit bicara kenaikan tarif. Yang paling penting sekarang bagaimana
potensi yang sudah ada ini bisa dimaksimalkan,” katanya.
Selain sektor walet,
ia juga menyoroti masih banyak potensi PAD lain yang dinilai belum optimal,
mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak restoran, hingga usaha jasa
lainnya yang terus berkembang di Berau. Namun khusus untuk usaha walet, Sumadi
menilai persoalan paling krusial terletak pada mekanisme transaksi yang selama
ini masih didominasi sistem pengepul. Pola penjualan seperti itu membuat
pemerintah kesulitan memantau nilai transaksi riil di lapangan.
Akibatnya, besaran
omzet usaha walet yang sebenarnya kerap tidak terdeteksi secara akurat. Kondisi
tersebut berdampak langsung terhadap potensi pajak yang seharusnya dapat masuk
ke kas daerah.
“Karena transaksi
banyak melalui pengepul, pemerintah jadi sulit mengawasi. Nilai transaksi yang
sebenarnya kadang tidak tercatat dengan baik,” jelasnya.
Untuk itu, DPRD Berau
mendorong pemerintah daerah segera merumuskan regulasi khusus terkait tata
kelola penjualan sarang walet. Salah satu opsi yang dinilai dapat menjadi
solusi adalah penerapan sistem penjualan satu pintu atau mekanisme terpusat.
Dengan sistem
tersebut, seluruh transaksi diharapkan dapat tercatat secara resmi sehingga
memudahkan pengawasan sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak para pelaku usaha
walet.
“Kalau mekanisme
penjualannya diatur, misalnya melalui satu pintu atau sistem terpusat, maka
pengawasan akan lebih mudah. Dampaknya tentu potensi pajak bisa lebih
maksimal,” terangnya.
Ia menambahkan,
penataan sektor walet bukan semata-mata untuk meningkatkan pendapatan daerah,
tetapi juga menciptakan tata kelola usaha yang lebih sehat dan berkeadilan.
Menurutnya, pelaku
usaha yang selama ini taat membayar pajak tidak boleh dirugikan akibat masih
adanya usaha lain yang belum tertib administrasi.
“Jangan sampai yang
patuh justru merasa tidak adil. Semua harus tertib supaya pembangunan daerah
juga bisa berjalan maksimal,” tegasnya.
Sumadi berharap
pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera melakukan langkah
konkret, mulai dari pendataan ulang usaha walet, penguatan pengawasan, hingga
penyusunan regulasi yang jelas dan tegas.
Dengan potensi bisnis
walet yang terus berkembang di Berau, ia optimistis sektor tersebut dapat
menjadi salah satu tulang punggung PAD ke depan tanpa harus membebani
masyarakat melalui kenaikan tarif pajak.
“Kalau dikelola
serius, sektor walet ini bisa menjadi kekuatan besar untuk meningkatkan
pendapatan daerah dan mendukung pembangunan di Berau,” pungkasnya. (sep/FN/Advertorial)