Desa Kersik Siapkan Konsep Wisata Lengkap dari Coffee Shop hingga Camping

img

Foto: Taman Cemara tempat para wisatawan camping. (Kriz)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pemerintah Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan konsep wisata yang lebih lengkap di kawasan Pantai Biru.

Tidak hanya menghadirkan panorama alam dan suasana pantai, desa tersebut kini juga mengembangkan fasilitas pendukung seperti coffee shop, area camping, homestay, hingga penguatan UMKM agar wisatawan betah menikmati suasana lebih lama.

Pemandangan di kawasan Pantai Biru kini berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Kawasan wisata tersebut dulunya hanya ramai pada momentum tertentu atau hari-hari besar saja.

Kini, geliat wisata mulai terasa hampir setiap akhir pekan, terutama pada malam Sabtu dan Minggu.

Kepala Desa Kersik, Jumadi, mengatakan perubahan tersebut mulai terlihat setelah pemerintah desa melakukan pembenahan infrastruktur secara bertahap.

“Setelah infrastruktur seperti lampu jalan dan akses jalan diperbaiki, ditambah penerangan yang memadai serta UMKM yang sudah mulai beroperasi pada malam hari, suasana wisata menjadi lebih hidup,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Tidak hanya mengandalkan suasana alam, Pemerintah Desa Kersik kini juga menyiapkan konsep wisata yang lebih lengkap di kawasan Pantai Biru.

Mulai dari pengembangan coffee shop, area camping, homestay, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia agar wisata di kawasan tersebut semakin berkembang dan mampu bersaing.

Menurut Jumadi, pemerintah desa sebenarnya telah memiliki master plan pengembangan wisata yang sebelumnya juga sempat dibahas bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar.

“Kami sebenarnya sudah memiliki master plan terkait blueprint tersebut. Di dalam master plan itu mencakup bagaimana pengembangan fasilitas dan peningkatan sumber daya manusia,” kata dia.

Ia mengakui masih banyak hal yang perlu dibenahi. Fasilitas seperti toilet, ruang pertemuan, hingga peningkatan sarana cafe masih menjadi pekerjaan rumah yang akan terus dikembangkan secara bertahap.

“Saat ini kami juga belum memiliki souvenir khas, kemudian dari sisi atraksi juga belum ada. Nah itu yang perlu kami pikirkan dan rencanakan ke depan, dan semuanya sudah tertuang dalam master plan tadi,” ungkapnya.

Di sisi lain, lanjutnya, perkembangan wisata juga mulai membawa perubahan pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Kehadiran pengunjung dari Samarinda, Bontang, hingga Tenggarong membuat pelaku UMKM perlahan menyesuaikan diri dengan kebutuhan wisatawan, khususnya anak-anak muda yang kini gemar menikmati suasana santai di coffee shop.

Melihat kondisi itu, pemdes ingin pelaku UMKM mampu menghadirkan produk dan pelayanan yang lebih menarik bagi pengunjung luar daerah.

“Kami melihat anak-anak muda sekarang lebih banyak nongkrong di coffee shop. Karena itu UMKM yang ada saat ini seperti penjual kopi dan minuman lainnya perlu di-upgrade agar sesuai dengan kebutuhan pengunjung dari kota,” tutur.

Selain itu, fasilitas WiFi gratis yang sudah tersedia di dua titik juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Menurut Jumadi, fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk hiburan, tetapi juga diharapkan bisa membantu anak-anak muda mengembangkan diri melalui akses internet.

Tahun lalu, lanjutnya, pemerintah desa juga mulai mengembangkan kawasan Taman Cemara di Pantai Biru sebagai area camping.

Kini pengunjung yang datang pada sore atau malam hari tidak perlu terburu-buru pulang karena sudah tersedia fasilitas untuk menginap dan menikmati suasana alam lebih lama.

“Harapannya ketika mereka datang ke sini, fasilitas yang didapatkan tetap nyaman seperti di kota. Bedanya, di sini memiliki kelebihan dari sisi pemandangan dan suasana alamnya. Angin dan suasana seperti sekarang ini tentu tidak bisa mereka dapatkan di kota,” tutupnya. (kriz)