DPRD Dorong Koperasi Desa Merah Putih Bersinergi Dengan UMKM dan Petani Lokal
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Hadirnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang mulai dijalankan di berbagai daerah di Indonesia mendapat perhatian luas dari masyarakat. Program nasional yang telah diresmikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, itu dinilai bukan hanya sekadar koperasi biasa, tetapi juga berpotensi menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah.
Di tengah munculnya
berbagai tanggapan terkait kemungkinan persaingan dengan sektor ritel swasta
maupun ritel pemerintah lainnya, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, justru
menilai keberadaan KDMP dapat memberikan dampak positif yang besar bagi
masyarakat.
Menurutnya, koperasi
tersebut dapat menjadi solusi untuk membantu mengendalikan harga pasar yang
selama ini sering mengalami kenaikan akibat tingginya biaya distribusi dan
panjangnya rantai pasok barang kebutuhan pokok.
“Menurut pandangan kami keberadaan KDMP ini bisa menjadi salah satu solusi dalam mengendalikan harga pasar, sehingga tidak terlalu tinggi dan tetap terjangkau oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sumadi menambahkan
bahwa selama ini masyarakat sering menghadapi kondisi harga kebutuhan pokok
yang tidak stabil. Kenaikan harga distribusi dari tingkat produsen hingga ke
tangan pedagang dinilai menjadi salah satu penyebab utama mahalnya harga barang
di pasaran.
“Dengan hadirnya KDMP
kami nilai Pemkab Berau dipastikan lebih memiliki ruang untuk menjaga keseimbangan harga sekaligus
memberikan alternatif belanja bagi masyarakat dengan harga yang lebih
terjangkau,” terangnya.
Tak hanya itu
menurut Sumadi, menilai konsep KDMP juga
dapat menjadi penguatan nyata bagi ekonomi berbasis kerakyatan. Menurutnya,
koperasi tersebut harus mampu membangun sinergi dengan pelaku usaha lokal,
terutama UMKM dan petani, agar manfaat keberadaannya benar-benar dirasakan
masyarakat luas. Ia berharap KDMP nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat
penjualan kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi wadah penyerapan hasil produksi
masyarakat lokal.
“KDMP jangan hanya
menjadi tempat jual beli, tetapi juga harus mampu membantu pemasaran hasil
produksi masyarakat, baik dari petani maupun pelaku UMKM lokal,” jelasnya.
Dengan adanya
jaringan koperasi yang terintegrasi, hasil pertanian maupun produk UMKM
diharapkan dapat memiliki akses pasar yang lebih luas dan lebih stabil. Hal itu
dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat
perputaran ekonomi daerah.
Masih dalam
penjelasannya, Sumadi juga mengingatkan fungsi ekonomi, pentingnya penentuan
lokasi pembangunan KDMP. Ia menilai keberhasilan sebuah pusat perdagangan
sangat dipengaruhi oleh aksesibilitas dan tingkat keramaian wilayah.
Menurutnya,
pembangunan koperasi di lokasi strategis akan menentukan minat masyarakat untuk
datang dan berbelanja.
“Dalam hukum dagang,
pasar yang ramai menjadi kunci. Jadi, KDMP sebaiknya dibangun di lokasi yang
strategis dan mudah dijangkau masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menilai, jika
dikelola dengan baik, KDMP dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru di
tingkat desa maupun kecamatan. Tidak hanya menjaga stabilitas harga, koperasi
tersebut juga berpotensi membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan,
hingga membantu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah kondisi pasar
yang fluktuatif.
Karena itu, Sumadi
berharap Pemkab Berau , pengelola koperasi, masyarakat, petani, hingga pelaku
UMKM dapat membangun koordinasi dan kerja sama yang baik agar tujuan utama
pembentukan KDMP benar-benar berjalan optimal.
Menurutnya,
keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi
juga partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung koperasi sebagai bagian dari
penguatan ekonomi bersama.
“Kalau semua bisa
bersinergi, maka KDMP bukan hanya menjadi pengendali harga, tetapi juga mampu
menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di daerah,” pungkasnya. (sep/FN/Advertorial)