TPI Tanjung Batu Belum Miliki Pabrik Es Nelayan Berau Jadi Kesulitan Jaga Kualitas Ikan

img

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid.(foto: sep/fn)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Potensi sektor perikanan di Kabupaten Berau dinilai cukup besar, namun hingga kini aktivitas nelayan masih dihadapkan pada minimnya fasilitas penunjang. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah belum tersedianya pabrik es di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu, yang selama ini menjadi pusat aktivitas nelayan dan distribusi hasil tangkapan laut.

 

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap kualitas ikan hasil tangkapan nelayan. Padahal, keberadaan pabrik es dan fasilitas penyimpanan dingin menjadi kebutuhan penting untuk menjaga mutu ikan agar tetap segar hingga sampai ke tangan pembeli. Pemerintah Kabupaten Berau pun mulai mencari solusi dengan membuka peluang kerja sama kepada investor maupun pihak ketiga untuk membangun fasilitas penunjang perikanan di kawasan TPI.

 

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu alasan belum terealisasinya pembangunan pabrik es di kawasan tersebut.

 

“Kami akui  memang belum ada pabrik es. Kemampuan fiskal kita juga masih terbatas, jadi nanti kemungkinan kita berkolaborasi dengan pihak ketiga,” ujarnya.

 

Menurut Majid, keberadaan pabrik es bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan utama dalam mendukung aktivitas nelayan. Es menjadi faktor penting untuk menjaga kesegaran ikan setelah ditangkap, terutama ketika nelayan melaut dalam waktu cukup lama. Tanpa fasilitas tersebut, kualitas hasil tangkapan dikhawatirkan cepat menurun sehingga berdampak pada harga jual ikan di pasaran.

 

“Dari pandangan kami seandainya kualitas ikan terjaga, otomatis nilai jualnya juga bisa meningkat. Ini yang ingin kita dorong supaya nelayan juga mendapat keuntungan lebih baik,” katanya.

 

Selain pabrik es, Pemkab Berau juga membuka peluang bagi investor yang ingin membangun fasilitas lain seperti coolroom atau ruang penyimpanan dingin, hingga usaha pendukung lainnya di sekitar kawasan TPI Tanjung Batu.

 

Menurut Majid, pemerintah siap memberikan ruang pemanfaatan aset di kawasan tersebut agar pengembangan sektor perikanan bisa berjalan lebih maksimal. “Kita buka peluang lagi untuk investor. Mau bangun pabrik es, coolroom, atau usaha lain di sekitar TPI, silakan,” jelasnya.

 

Ia menilai, apabila fasilitas penunjang perikanan tersedia secara lengkap, maka aktivitas ekonomi nelayan akan lebih berkembang dan memiliki daya saing lebih tinggi. Selama ini, sebagian nelayan masih mengalami kesulitan memperoleh pasokan es maupun tempat penyimpanan hasil tangkapan yang memadai. Akibatnya, kualitas ikan tidak dapat bertahan lama, terutama saat distribusi menuju pasar membutuhkan waktu cukup panjang.

 

Tak hanya persoalan pabrik es, Dinas Perikanan Berau juga memprihatinkan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan. Menurut Majid, keberadaan SPBU khusus nelayan menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas melaut tidak terganggu.

 

“Karena nelayan kalau tidak ada minyak, tidak bisa beroperasi. Itu yang juga menjadi perhatian,” tambahnya.

 

Ia mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar nelayan dapat terpenuhi agar produktivitas sektor perikanan di Berau semakin meningkat. Selain memperkuat fasilitas penunjang, Pemkab Berau juga terus mendorong agar aktivitas distribusi dan penjualan ikan dipusatkan di kawasan TPI.

 

Langkah tersebut dinilai penting untuk mempermudah pengawasan hasil tangkapan, menjaga stabilitas distribusi ikan, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Dengan sistem distribusi yang lebih terpusat dan fasilitas yang memadai, pemerintah berharap kawasan TPI Tanjung Batu dapat berkembang menjadi sentra perikanan modern yang mampu mendukung kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.

 

Majid optimistis, apabila kolaborasi dengan investor dapat terwujud, maka kawasan TPI tidak hanya menjadi tempat pelelangan ikan semata, tetapi juga berkembang menjadi pusat ekonomi baru berbasis sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Berau.

 

“Kita ingin kawasan TPI ini benar-benar hidup. Nelayan bisa lebih nyaman bekerja, kualitas hasil tangkapan meningkat, dan nilai ekonomi yang dihasilkan juga semakin besar,” pungkasnya. (sep/FN)