Waspada Cuaca Panas Ekstrem, Dewam Usul APAR Disiagakan di Setiap Lingkungan Warga

img

Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin.


POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Suhu panas yang terus meningkat di Kabupaten Berau dalam beberapa pekan terakhir mulai memunculkan kekhawatiran baru. Tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi cuaca ekstrem juga dinilai rawan memicu kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.

 

Di tengah kondisi udara kering dan terik yang terjadi hampir setiap hari, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi pemicu kebakaran, mulai dari korsleting listrik, pembakaran sampah, hingga api kecil yang mudah membesar akibat cuaca panas.

 

Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin mengusulkan agar Alat Pemadam Api Ringan (APAR) mulai ditempatkan di kawasan padat penduduk sebagai langkah antisipasi dan penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

 

Menurutnya, keberadaan APAR di lingkungan masyarakat dapat menjadi solusi cepat untuk menekan risiko kebakaran sebelum api membesar dan meluas ke rumah-rumah lainnya.

 

“Mengingat kondisi cuaca sekarang sangat panas dan kasus kebakaran juga mulai sering terjadi. Karena itu perlu ada langkah pencegahan yang lebih cepat,” ujarnya.

 

Thamrin mengatakan, kondisi permukiman di sejumlah wilayah Berau yang rumah warganya berdempetan membuat potensi kebakaran semakin berbahaya. Dalam situasi tertentu, api bisa merambat dengan sangat cepat hanya dalam hitungan menit.

 

Apalagi saat musim kemarau dan suhu udara tinggi, material bangunan yang kering dinilai lebih mudah terbakar sehingga kebakaran kecil berpotensi berubah menjadi bencana besar apabila tidak segera ditangani.

 

“Kadang api kecil saja bisa langsung membesar karena cuaca panas dan kondisi rumah yang berdekatan. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” katanya.

 

Menurutnya, selama ini masyarakat hanya mengandalkan kedatangan petugas pemadam kebakaran ketika musibah terjadi. Padahal, waktu paling penting dalam penanganan kebakaran justru berada pada menit-menit awal sebelum api membesar. Karena itu, ia menilai APAR perlu tersedia di titik-titik strategis yang mudah dijangkau warga, seperti pos ronda, gang permukiman, fasilitas umum, hingga kawasan yang memiliki tingkat risiko kebakaran tinggi.

 

Dengan adanya APAR, masyarakat setidaknya dapat melakukan penanganan awal sambil menunggu petugas pemadam tiba di lokasi kejadian.

 

“Minimal ada penanganan pertama sebelum Damkar datang. Jadi api tidak langsung membesar dan merembet ke rumah lainnya,” tegasnya.

 

Namun demikian, Thamrin menekankan bahwa penyediaan APAR saja tidak cukup apabila masyarakat tidak memahami cara penggunaannya. Ia menilai edukasi dan pelatihan dasar terkait penanganan kebakaran perlu dilakukan secara berkala di lingkungan masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang panik ketika kebakaran terjadi karena tidak mengetahui langkah pertama yang harus dilakukan untuk memadamkan api.

 

“Kita ingin masyarakat juga punya kesiapsiagaan. Jangan sampai alat tersedia, tetapi warga bingung menggunakannya saat kondisi darurat,” ujarnya. Ia juga mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk memperkuat program mitigasi kebakaran di tingkat lingkungan, terutama selama musim panas berlangsung.

 

Selain sosialisasi penggunaan APAR, edukasi mengenai bahaya korsleting listrik, penggunaan kompor, hingga larangan membakar sampah sembarangan juga dinilai penting untuk terus disampaikan kepada masyarakat. Menurut Thamrin, langkah pencegahan jauh lebih efektif dibanding penanganan setelah kebakaran besar terjadi. Sebab, selain menyebabkan kerugian materi, kebakaran juga dapat mengancam keselamatan jiwa masyarakat.

 

Ia menambahkan, ancaman kebakaran saat ini tidak hanya terjadi pada kawasan hutan dan lahan, tetapi sudah mulai mengintai kawasan permukiman warga seiring meningkatnya suhu udara di Berau. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran ketika musibah sudah terjadi, tetapi juga memperkuat kesiapan sarana dan peralatan penanggulangan sejak dini.

 

“Pencegahan itu yang paling penting. Kalau semua siap dan masyarakat juga waspada, potensi kebakaran besar tentu bisa ditekan bersama,” katanya.

 

Selain pengadaan APAR, Thamrin juga meminta agar armada dan peralatan pemadam kebakaran yang dimiliki Pemkab Berau dapat rutin diperiksa dan dipastikan dalam kondisi siap digunakan kapan saja.

 

Menurutnya, kesiapan petugas dan peralatan menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi di tengah kondisi cuaca panas ekstrem. Ia berharap sinergi antara  petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan kebakaran di Kabupaten Berau.

 

“Cuaca panas seperti sekarang membuat semua pihak harus lebih waspada. Jangan sampai kita baru bergerak setelah kebakaran besar terjadi,” pungkasnya. (sep/FN/Advertorial)