Bupati Edi Damansyah Apresiasi Cakupan Layanan PDAM Capai 64 Persen
TENGGARONG, Bupati Kutai Kartanegara Edi
Damansyah, Senin 30 Desember 2019 pagi memimpin apel pegawai PDAM Kukar, dalam
rangka peringatan HUT (Hari Ulang Tahun) PDAM Tirta Mahakam ke 28 tahun.
Apel yang berlangsung dihalaman kantor
PDAM kawasan jalan Ahmad Dahlan Tenggarong dihadiri seluruh direksi dan jajaran
PDAM, asisten II Setkab Kukar, dewan riset Kukar, dan sejumlah undangan
lainnya.
Dalam kesempatan itu Edi Damansyah
menyatakan, sangat mengapresiasi kinerja PDAM Kutai Kartanegara dalam hal
peningkatan layanan air bersih PDAM ke masyarakat.
“Berkaitan dengan HUT PDAM Kukar ke 28,
saya menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada badan pengawas, dewan
direksi dan seluruh karyawan PDAM Kukar, yang terus berkomitmen dalam
peningkatanan layanan air bersih, yang mana cakupan layanan saat ini sudah
mencapai 64 persen,” ungkap Edi Damansyah.
Dikatakan Edi Damansyah, layanan air bersih
ke masyarakat yang tinggal 36 persen hendaknya menjadi fokus PDAM kedepannya.
“Tinggal 36 persen yang belum terlayanai
oleh PDAM Kukar. Oleh karenanya kedepan harus fokus,. Mengingat program layanan air bersih menjadi prioritas,” katanya.
Ditambahkan Edi Damansyah, salah satu
program dalam pengentasan kemiskinan adalah layanan air bersih ke masyarakat yang
bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Oleh karenanya PDAM bersama stakholder
yang ada untuk terus meningkatanan layanan ke masyarakat. Bahkan program
tanggungjawab sosial perusahaan di Kukar sejauh ini juga sudah banyak berjalan
terutama menyasar kepada masyarakat yang berada disekitar beroperasinya
perusahaan. Kemudian melalui program Bumdes dan lainnya,” tuturnya.
Sementara Direktur Utama PDAM Suparno,
mengatakan bahwa sesuai dengan target kerja pada 2019, tercapai. Cakupan
layanan air bersih ke masyarakat saat ini sudah mencapai angka 64 persen. Dari
193 desa, sekitar 123 desa yang masyarakatnya sudah menikmati layanan air
bersih.
“Kedepan komitmen untuk bisa
meningkatkan layanan air bersih ke masyarakat akan kita tingkatkan, sehingga
sisa 36 persen masyarakat belum menikmati air bersih bisa terlayani. “Paparnya.
Namun demikian, untuk bisa mewujudkan
hal tersebut diperlukan sinergisitas yang baik. Peningkatanan layanan tidak
hanya tanggungjawab PDAM, namun dukungan dari semua pihak sangat diperlukan.
“Tidak bisa PDAM bergerak sendiri, namun
harus didukung OPD lainnya, maka dari itu sinergisitas sangat diperlukan untuk
mewujudkan peningkatanan layanan air bersih,” katanya.awi/poskotakaltimnews.com