Rita Widyasari Pilih Istirahat di Kukar dan Belum Mau Bicara Politik

img

 

Mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari. (Kriz)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar),Rita Widyasari memilih menghabiskan waktu untuk beristirahat di kampung halamannya dan belum ingin membicarakan urusan politik setelah kembali ke Kukar.

Hal itu disampaikannya saat berada di kediamannya di Jalan Melati, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Jumat (12/6/2026).

Kepulangan Rita ke Kukar memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat mengenai kemungkinan kembalinya ia ke panggung politik daerah. Namun, Rita memilih untuk merespon pernyataan tersebut dengan santai.

Menurutnya, saat ini ia masih ingin menikmati waktu setelah menjalani masa hukuman dan belum memiliki agenda politik yang ingin dibahas kepada publik.

“Kalau soal politik ke depan, no comment. Saya ingin istirahat dulu, saya sudah dimusuhi banyak orang. Untuk sekarang saya hanya ingin istirahat, melihat aset-aset yang ada, berdoa, dan berkumpul dengan keluarga,” ujarnya.

Rita mengatakan masa yang dijalaninya selama hampir sembilan tahun telah mengubah banyak hal dalam hidupnya.

Karena itu, ia merasa perlu mengambil waktu untuk menyesuaikan diri kembali dengan kehidupan di luar sebelum memikirkan hal-hal lain, termasuk urusan politik.

Menurutnya, saat ini yang lebih penting adalah menikmati waktu yang selama ini tidak dimiliki. Ia ingin menjalani hari-hari dengan lebih tenang sembari melihat perkembangan daerah yang pernah dipimpinnya.

Selain itu, Rita juga mengaku masih memiliki banyak kerinduan terhadap hal-hal sederhana yang selama ini tidak bisa dinikmatinya secara bebas.

Salah satunya adalah kuliner khas Tenggarong yang telah lama menjadi favoritnya.

“Yang paling saya kangen tentu makanan. Dulu waktu umur 17 tahun saya ulang tahun di rumah ini dan makanannya bakso GLG. Dalam sehari saya bisa makan tiga kali. Saya seperti endorsnya bakso itu,” tuturnya.

Di tengah berbagai pertanyaan mengenai masa depannya, Rita menegaskan bahwa saat ini dirinya lebih tertarik menikmati kehidupan sebagai warga biasa.

Ia juga mengaku lebih senang bertemu dan berbincang dengan masyarakat dibanding membahas dinamika politik yang berkembang.

Menurut Rita, kedekatannya dengan masyarakat menjadi salah satu hal yang paling dirindukannya selama menjalani masa hukuman.

Karena itu, ia ingin memanfaatkan kepulangannya untuk kembali bersilaturahmi dengan banyak orang yang selama ini tidak dapat ditemuinya.

“Kalau bertemu tokoh-tokoh politik, saya tidak terlalu tertarik. Saya lebih suka bertemu rakyat. Bertemu rakyat lebih seru,” tandasnya. (Kriz)